Pengakuan Wanita Hamil 9 Bulan Dipukul Oknum Satpol PP Gowa, Pingsan hingga Alami Kontraksi
Wanita hamil yang dipukul oknum Satpol PP Gowa bahkan pingsan saat di kantor Polisi.
Menurut dia, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas dugaan penganiayaan saat razia PPKM mikro.
"Terkait video yang viral kami belum teliti karena kita fokus penanganan di TKP dan masih diselidiki," katanya seperti dikutip dari Tribun Timur.
Sementara itu Sekda Kabupaten Gowa Kamsina menjelaskan bahwa kejadian pemukulan ini hanya kesalahpahaman saja.
"Terkait adanya inseden tersebut, itu hanya kesalapahaman antara pemilik ini, karena kan kita sopan, kita sopan masuk di sana," jelas Kamsina.
Menurut Kamsina, pemilik warkop sudah melakukan pelanggaran PPKM Darurat.
Malah dia masih terbuka pintunya dan memutar musik keras, meski tidak ada tamunya tapi ini bisa mengundang tamu atau pengunjung,
Kita sudah berkali-kali sampaikan, tutup saja dan kalau bisa kita kecilka suara musik ta kalau masih mau dengar dan tutup pintu sehingga tidak mengundang orang masuk," pungkasnya.
Sedangkan paman Ivan, menerangkan saat kejadian warkop milik keponakannya itu sudah tutup.
Hanya saja, Ivan dan Riyana sedang melakukan live Facebook sehingga menyetel musik.
"Dia Sudah tutup, Setelah tutup dia live, kalau live kan bunyikan musik, alasan satpol pp bahwa musik tersbeut masih buka warkop itu, kejadian pemukulan kan di rumahnya tertutup pintunya, lampunya juga bagian depan juga mati, tidak ada pengunjung, hanya ada karyawan," katanya saat live Facebook di akun Facebook Ivan Van Houten.