Breaking News:

Covid-19 Masih Meningkat, Obat dan Vitamin di Majalengka Mulai Langka, Distributor Kewalahan

Ketersediaan obat-obatan dan vitamin yang dijual di beberapa apotek di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mulai langka.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Petugas Sat Narkoba Polres Majalengka sidak ke sejumlah apotek terkait mengantisipasi adanya penimbunan obat-obatan 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Ketersediaan obat-obatan dan vitamin yang dijual di beberapa apotek di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mulai langka.

Ke langkaan ini mulai terjadi seiring banyak masyarakat yang ingin mencegah tubuhnya dari serangan virus Corona yang terus menghantui.

Sekertaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Kabupaten Majalengka, Agus Susanto mengatakan, pihaknya telah memantau ketersediaan obat-obatan dan vitamin di apotek.

Baca juga: 20 Hari Terakhir, Tempat Tidur di Jabar Bertambah Hampir 4.000 Unit, 51 RS Belum Terima Pasien Covid

Pihaknya menginformasikan, memang ditemukan ke langkaan dua produk farmasi tersebut.

"Berdasarkan pantauan kami ke beberapa apotek, untuk ketersediaan vitamin ini jadi fenomena yang sama pada tahun 2020 dimana saat itu masker langka, sekarang obat dan vitamin yang langka," ujar Agus saat dikonfirmasi, Jumat (9/7/2021).

Agus menyebut, ke langkaan yang terjadi saat ini disebabkan karena tingginya permintaan dari masyarakat yang merasa khawatir akan kondisi Covid-19.

Sehingga memborong obat dan vitamin di apotek.

Tingginya permintaan itu juga membuat distributor obat-obatan dan vitamin mulai kewalahan memenuhi stok yang diminta apotek maupun instansi.

"Hampir semua distributor sudah kewalahan untuk memenuhi kebutuhan baik apotek maupun institusi. Jadi memang terjadi ke langkaan karena permintaan dari masyarakat yang cukup banyak," ucapnya.

Untuk mengatasi ke langkaan itu, Dinkes Kabupaten Majalengka sedang mencari cara agar kebutuhan vitamin dan obat-obatan di apotek bisa terpenuhi.

"Kita sedang pikirkan bagaimana untuk memenuhi kebutuhan baik itu obat-obatan dan vitamin yang memang dibutuhkan untuk pencegahan dan penanganan kasus Covid-19," jelas dia.

Baca juga: BUBUR AYAM GRATIS Untuk Pasien Isoman Covid-19, Kepedulian dari Penduduk Gang Sempit di Bandung

Sementara, salah satu warga yang biasa mengkonsumsi vitamin dikala pandemi Covid-19, Asep Trisno (44) mengaku, saat ini ia acap kali menemukan harga vitamin yang relatif lebih mahal dibanding waktu awal pandemi.

Paket obat yang ia biasa beli, berisi beragam vitamin, mulai vitamin C, B komplek, vitamin D dan vitamin E serta obat penurun panas dan batuk.

"Iya benar harga paket obat yang saya biasa beli naik. Semula harga satu paket hanya Rp 400.000, seminggu kemudian satu lembar obat naik dari Rp 125.000 menjadi Rp 200.000," katanya.

Ia menyatakan, obat tersebut juga hanya tersedia di satu apotek.

Sedangkan, apotek yang lain setelah didatangi tidak ada.

“Paket obat itu hanya ada di satu apotek sedangkan apotek lain dijelajahi tidak tersedia,” ujarnya.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved