Senin, 11 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

RS Dustira di Cimahi Terbaik Kesiapsiagaan Hadapi Covid-19, Punya Kapasitas Tempat Tidur Terbanyak

Rumah Sakit Dustira di Kota Cimahi, tercatat sebagai rumah sakit dengan kapasitas terbesar perawatan pasien Covid-19 di Bandung Raya.

Tayang:
Editor: Machmud Mubarok
www.rsdustira.com
RS Dustira di Kota Cimahi merupakan RS milik TNI yang dinilai terbaik dalam kesiapsiagaan menghadapi Covid-19 dan memiliki kapasitas terbesar tempat tidur di Bandung Raya. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Di Bandung Raya terdapat sederet rumah sakit dengan kapasitas tempat tidur perawatan pasien Covid-19 yang besar, dari mulai rumah sakit pemerintah pusat, daerah, sampai swasta.

Namun ternyata, rumah sakit yang menyediakan paling banyak tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di adalah rumah sakit yang dikelola TNI.

Rumah Sakit Dustira di Kota Cimahi, tercatat sebagai rumah sakit dengan kapasitas terbesar perawatan pasien Covid-19 di Bandung Raya.

Menurut data yang Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar), Rumah Sakit TK II 03.05.01 Dustira tercatat memiliki 349 tempat tidur perawatan pasien Covid-19. Sedangkan totalnya, memiliki 473 tempat tidur.

Rumah Sakit Dustira pun telah meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Piagam Penghargaan dari Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi), berupa Persi Golden Award 2020 sebagai rumah sakit TNI Polri dengan kesiapsiagaan terbaik menghadapi Covid-19. Juga mendapat Sertifikat Akreditasi Rumah Sakit Bintang Lima atau Paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit.

Baca juga: Angka Positif Covid Meningkat di Jabar, Kabar Baiknya: Angka Kesembuhan pun Ikut Meningkat

Baca juga: Kelapa Hijau Laris Manis di Tengah Pandemi Covid-19, Katanya Bisa Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Baru pada posisi berikutnya, rumah sakit yang memiliki tempat perawatan terbanyak untuk pasien Covid-19 di Bandung Raya adalah Rumah Sakit Umum Pusat Dr Hasan Sadikin di Kota Bandung dengan kapasitas 337 tempat tidur, kemudian RSU Santo Borromeus dengan 212 tempat tidur untuk pasien Covid-19.

RSUD Al Ihsan Provinsi Jawa Barat memiliki 191 tempat tidur pasien Covid-19, kemudian RSU Santosa Hospital Bandung Kopo dengan kapasitas 179 tempat tidur, RSU Immanuel sebanyak 153 tempat tidur, dan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Kota Bandung dengan kapasitas 150 tempat tidur pasien Covid-19.

Di luar Bandung Raya, rumah sakit dengan kapasitas perawatan pasien Covid-19 terbanyak adalah RSUD Cibinong Kabupaten Bogor dengan 392 tempat tidur, kemudian RSUD Dr Chasbullah di Kota Bekasi dengan kapasitas 382 tempat tidur.

Kemudian RSUD Sayang Kabupaten Cianjur dengan 206 tempat tidur pasien Covid-19, RSUD Kota Bogor dengan 205 tempat tidur, RSUD Karawang 177 tempat tidur, dan RSUD Dr Slamet Kabupaten Garut dengan 169 tempat tidur pasien Covid-19.

Sampai 6 Juli 2021, keterisian rumah sakit untuk pasien Covid-19 di Jabar mencapai 89,66 persen. Sedangkan jumlah rumah sakit yang melayani pasien Covid-19 di Jabar mencapai 332 rumah sakit, dari total 385 rumah sakit yang ada.

Masih menurut Pikobar, jumlah rumah sakit yang memiliki persentase keterisian pasien Covid-19 sampai 100 persen dan lebih, mencapai 128 rumah sakit. Sedangkan rumah sakit yang kapasitas perawatan Covid-19-nya terisi 90,00-99,99 persen sebanyak 71 rumah sakit, dan yang terisi 80,00-89,99 persen sebanyak 26 rumah sakit.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta rumah sakit meningkatkan kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19, dari 40 persen menjadi 60 persen dari total kapasitas. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19 yang masih terjadi.

"Tadi sudah saya sampaikan bahwa minggu ini, Jawa Barat mewajibkan seluruh rumah sakit rujukan menaikkan kapasitas tempat tidur. Yang tadinya sudah di 40 persen, sekarang mewajibkan menaikkan ke 60 persen," kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (6/7).

Selain meningkatkan kapasitas rumah sakit, Pemerintah Provinsi Jabar intens menyiapkan pusat pemulihan bagi pasien Covid-19 yang akan sembuh setelah mendapatkan perawatan dan penanganan di rumah.

"Sudah diinstruksikan agar gedung pemerintah, hotel, apartemen, bisa disewa sebagai pusat pemulihan seperti Kota Bandung. Grand Pangestu di Karawang, dan pusat-pusat pendidikan kementerian dan lembaga yang ada di seluruh Jabar. Kita minta untuk dimanfaatkan," ucap Kang Emil.

Penambahan kapasitas rumah sakit dan pusat pemulihan akan disertai dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Kang Emil mengatakan, dirinya menerima beberapa keluhan terkait kurangnya tenaga kesehatan di kabupaten/kota.

Kebutuhan tenaga kesehatan ini akan dipenuhi lewat sekolah-sekolah kesehatan. Selain itu, karena terbatasnya tenaga dari sekolah kesehatan, Pemda Provinsi Jabar juga merekrut dan melatih relawan.

"Ada curhatan dari wali kota dan bupati. Pada saat gedungnya ada, nakesnya belum siap. Jadi kita sedang menyiapkan penambahan nakes-nakes," ucapnya.

Mengenai kebutuhan obat, kata Kang Emil, Pemda Provinsi Jabar sudah menyiapkan antisipasi. Salah satunya dengan melakukan refocusing anggaran sebesar Rp 140 miliar yang berasal dari 11 proyek infrastruktur yang ditunda pengerjaannya untuk pembelian obat.

"Sehingga krisis obat sudah kita kendalikan. Beberapa hari lalu Pak Sekda dan juga Kadinkes sepakat dengan 10 perusahaan farmasi yang memproduksi obat," katanya.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan oksigen, Pemda Provinsi Jabar berkolaborasi dengan Kementerian BUMN dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemda Provinsi Jabar juga mendapat dukungan dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, dan Pertamina.

"Saya ucapkan terima kasih kita mendapat bantuan oksigen banyak sekali dari Krakatau Steel, dari Pertamina, dan dari Pusri. Jadi dari Sumatera pun kita kejar dalam perjalanan untuk menambal neraca oksigen," katanya.

"Urusan oksigen kita sudah me-manage lebih baik, Pemda Provinsi akan punya gudang oksigen, kota/kabupaten juga akan punya gudang oksigen sehingga nanti rumah sakit-rumah sakit bisa meminta gudang-gudang oksigen kota/kabupaten. Nanti provinsi akan mengatur suplai oksigen," katanya.  (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved