Breaking News:

Harga Sapi Kurban di Sumedang Antara Rp 17 Juta Hingga Rp 40 Juta, Pedagang Malah Merugi

Harga sapi kurban di Sumedang menjelang Hari Raya Iduladha 1442 Hijriah bervariasi mulai Rp 17 juta hingga Rp 40 juta. 

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Dwiky Maulana Vellayati
Menjelang hari raya Iduladha 1142 H/2021, para pedagang hewan kurban yang berada di Pasar Ingon-ingon, Desa Ciwareng, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta mengeluh karena sepi akan pembeli. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Harga sapi kurban di Sumedang menjelang Hari Raya Iduladha 1442 Hijriah bervariasi mulai Rp 17 juta hingga Rp 40 juta. 

"Harga sapi rupa-rupa, harga mulai Rp17 juta hingga Rp 40 juta, yang harganya Rp 40 juta bobotnya mencapai 600 kilogram," tutur Fadil (41), penjual sapi asal Kecamatan Pamulihan ditemui TribunJabar.id di Pasar Hewan Tanjungsari, Selasa (6/7/2021).

Sementara harga domba kurban juga bervariasi hingga harga tertinggi mencapai Rp 10 juta.

Sofyan (41) pedagang domba asal Tanjungsari mengatakan,  saat ini harga domba kurban bervariasi antara Rp1,7 juta hingga di Rp10 juta.

"Kambing kurban yang paling mahal di sini (Pasar Hewan Tanjungsari) harganya mencapai Rp 10 juta, bobotnya mencapai 100 kilogram," katanya.

Baca juga: Harga Hewan Kurban Sapi Lokal di Cianjur untuk Iduladha Rp 23-27 Juta, Masih Bisa Ditawar

Baca juga: MANFAAT Dahsyat Susu Kambing, Tak Kalah dengan Susu Sapi, Bisa Menyehatkan Jantung, Kulit Kinclong

Baca juga: Warga Linggaresmi Sukabumi Heboh Temukan Sapi Misterius di Pinggir Jalan, Dicuri Maling Kesiangan

Walau sapi dan kambing kurban tersedia, ternyata para pedagang ternak di Pasar Hewan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang ini mengaku merugi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunJabar.id di lokasi, sepinya pembeli dan penutupan pasar hewan tersebut ditengarai menjadi penyebab para penjual hewan kurban merugi.

"Ya, merugi, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya anjloknya mencapai 80 persen," kata Fadil.

Fadil mengakui kondisi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya dua pekan sebelum Idul Adha sudah ramai pemesan.

Menurutnya, peternak sapi andalan penjualannya menjelang Iduladha. Namun, kata dia, kalau situasi seperti saat ini cukup membingungkan.

"Sudah sepi, pasarnya mau ditutup sementara, mau dijual di kandang pun takut susah pengirimannya. Yang beli  ke rumah juga banyak yang membatalkan karena mengangkutnya sulit karena ada penyekatan PPKM Darurat," ucap dia. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved