Breaking News:

Dukung PPKM Darurat, PT KAI Daop 3 Cirebon Tambah Layanan Rapid Test Antigen di Empat Stasiun

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Suprapto, memastikan jajarannya selalu mendukung upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Humas PT KAI Daop 3 Cirebon
Penumpang saat menjalani rapid test antigen di Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Selasa (6/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Suprapto, memastikan jajarannya selalu mendukung upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Terutama mengenai pengetatan persyaratan naik kereta api jarak jauh di masa PPKM darurat seperti sekarang.

Karenanya, pihaknya menambah empat stasiun baru yang menyediakan layanan rapid test antigen bagi penumpang.

Baca juga: 4 Minimarket di Losarang Indramayu Divonis Denda Masing-masing Rp 5 Juta, Langgar PPKM Darurat

"Sebelumnya rapid test antigen tersedia di tiga stasiun, sekarang totalnya menjadi tujuh stasiun," ujar Suprapto saat ditemui di Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Selasa (6/7/2021).

Ia mengatakan, penambahan tersebut merupakan langkah PT KAI Daop 3 Cirebon membantu penumpang memenuhi persyaratan naik kereta api jarak jauh di masa PPKM darurat.

Tarif layanan rapid test antigen yang bekerja sama dengan Indofarma tersebut ialah Rp 85 ribu perorang.

Suprapto meminta penumpang yang ingin mengikuti rapid test antigen untuk merencanakannya secara cermat.

"Agar mereka tidak terlambat naik kereta api, sehingga harus diperhatikan betul jadwalnya," kata Suprapto.

Baca juga: Banyak Pelanggar PPKM Darurat, Petugas Gabungan di Majalengka Dapat Puluhan Juta

Ia menyampaikan, surat keterangan negatif Covid-19 berdasarkan hasil swab test PCR juga dapat digunakan sebagai persyaratan naik kereta api jarak jauh.

Namun, selama PPKM darurat para penumpang juga harus melampirkan sertifikat vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama.

"Hal itu berdasarkan Surat Edaran Kemenhub RI Nomor 42 Tahun 2021," ujar Suprapto.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved