Breaking News:

Virus Corona Mewabah

Stres karena Positif Covid-19, Pria Pasien Corona di Pangandaran Ini Bunuh Diri Saat Isolasi Mandiri

Kapolsek Padaherang, Iptu Aan Supriatna menerangkan Hermansyah isolasi mandiri sejak empat hari lalu. 

IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNCIREBON.COM, PANGANDARAN - Warga Desa Padaherang Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, Hermansyah tewas bunuh diri saat isolasi mandiri karena terpapar Covid-19 pada Sabtu (3/7/2021).

Jenazah Hermansyah yang tewas bunuh diri saat isolasi mandiri sudah dikuburkan dengan protokol kesehatan di tersebut. 

Kapolsek Padaherang, Iptu Aan Supriatna menerangkan Hermansyah isolasi mandiri sejak empat hari lalu. 

"Hermansyah sudah tidak mempunyai istri dan tidak punya anak," ujar Aan saat ditemui beberapa wartawan di lokasi kejadian, Sabtu (3/7/2021).

Ia menyebut Hermansyah diduga stres positif Covid-19 kemudian isolasi mandiri. Kondisi psikologisnya semakin tertekan setelah bapaknya, Emo, juga positif Covid-19 kemudian meninggal di RSUD Pandega Pangandaran di hari yang sama Hermansyah bunuh diri. 

Baca juga: PPKM Darurat Hari Pertama: Tukang Bubur di Sumedang Tidur di Jalan Sepi, Pedagang Mall ITC Protes

"Yang akhirnya, dia (Hermansyah) memutuskan untuk bunuh diri di rumahnya. Intinya, mungkin dia depresi karena sebelumnya ibu, satu saudaranya sudah meninggal. Dan sekarang, ayahnya juga sudah meninggal tadi pagi," ucap Aan.

Korban Hermansyah, ditemukan meninggal bunuh diri oleh warga setempat sekitar pukul 7:15 WIB. Pantauan Tribun Jabar, tampak jenazah Hermansyah dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19. 

Bukan yang Pertama

Lansia di Tambora, Jakarta Barat berusia 85 tahun nekat melakukan percobaan bunuh diri setelah mengetahui dirinya terpapar Covid-19.

"Percobaan bunuh diri karena positif Covid-19 berdasarkan tes swab antigen," kata Kapolsek Tambora, Kompol M Faruk Rozi dikutip dari Kompas.com, Kamis (1/7/2021).

Peristiwa percobaan bunuh diri karena positif Covid-19 itu terjadi pada Rabu (30/6/2021). Ia menerangkan, sebelum melakukan percobaan bunuh diri karena positif Covid-19, lansia tersebut sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Baca juga: Hari Pertama PPKM Darurat di Kota Tasikmalaya, Kapolres Bubarkan Kerumunan Warga di Taman Kota

Lansia itu tidak dirawat di rumah sakit karena keterisian tempat tidur di rumah sakit yang penuh. Namun diduga depresi, lansia itu melakukan percobaan bunuh diri dengan melukai lehernya dengan senjat tajam.

Peristiwa percobaan bunuh diri itu diketahui anaknya yang kemudian melaporkan ke aparat terkait.

"Alhamdulillah enggak meninggal dan sekarang dirawat di RSUD Tarakan," ucap dia.

Sebelumnya, kasus bunuh diri karena stres positif Covid-19 juga terjadi di Tanah Sereal, Tambora Jakarta Barat menimpa wanita berinsial A (35) yang loncat dari lantai 3 rumahnhya.

"Saat itu keluarga korban menghubungi kami karena A mengaku stres setelah positif Covid-19 lalu mengancam akan bunuh diri karena stres positif Covid-19," ucapnya.

Laporan itu ditindak lanjuti dengan mendatangi rumah A. Ternyata benar saja, A sudah terjatuh dari lantai 3 rumahnya.

"Korban ancam lompat dari lantai 3 rumahnya karena stres positif Covid-19. Setelah kami cek dengan Babinsa ditemukan yang bersangkutan tergeletak," kat dia.

Kondisi korban luka parah dan dievakuasi ke RS Siloam di Kebon Jeruk. Saat ini kondisinya kritis dan dirawat.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved