Sebaran Covid-19 Jabar Naik - Stok Oksigen Medis Bikin Cemas, Persediaan Hanya untuk Beberapa Hari
Ketika sebaran Covid-19 Jawa Barat masih terus melonjak tiap harinya, ketersediaan oksigen medis di pasaran pun mulai terusik.
Laporan Khusus Tim Wartawan Tribunjabar.id
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Ketika sebaran Covid-19 Jawa Barat masih terus melonjak tiap harinya, ketersediaan oksigen medis di pasaran pun mulai terusik.
Sejumlah apotek di Kota Bandung mengaku kerap kehabisan persediaan dalam beberapa pekan terakhir.
Bukan saja karena naiknya permintaan, tapi juga karena adanya pembatasan pengiriman dari suplier.
Baca juga: WISATA Pangandaran Ditutup Sementara Mulai Selasa 29 Juni, Dampak Sebaran Covid-19 Meningkat
Baca juga: Sudah Ada 92 Anak Balita yang Meninggal Dunia Akibat Covid-19 di Ciamis Sejak Virus Corona Mewabah
Asisten Apoteker Prima Jaya, Jalan Tubagus Ismail, Kota Bandung, Akhmad Alam Maulana, mengaku ketersediaan oksigen medis di apoteknya mengalami kekosongan sejak seminggu terakhir.
"Bahkan, minggu kemarin kami benar-benar kosong. Hari Jumat kemarin memang ada pengiriman, tapi jumlahnya dibatasi hanya sepuluh tabung ukuran satu meter kubik. Padahal, biasanya kami dikirim 20 tabung oksigen dari suplier. Katanya, pasokan dibagi-bagi ke beberapa wilayah, bukan cuma di Kota Bandung tapi juga luar Kota Bandung," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Minggu (27/6/2021).
Alam mengatakan permintaan oksigen isi ulang naik setelah Idulfitri. Bahkan, seiring terbatasnya ketersediaan barang, sejumlah konsumen memilih untuk membeli tabung lengkap dengan regulatornya.
"Kalau dulu sebelum hari raya, konsumen yang ngisi ulang tabung oksigen itu paling hanya satu atau dua orang, tapi beberapa hari ini lebih dari lima orang. Malahan terakhir itu hari Jumat pagi kita ngisi sepuluh tabung, Jumat malam itu sudah sisa dua. Beberapa konsumen harus waiting list. Mereka minta untuk dikabari kalau tabung oksigen datang dari suplier, sampai segitunya," ujarnya.
Untuk isi ulang tabung ukuran satu meter kubik, kata Alam, harganya hanya Rp 38 ribu. Namun, jika membeli dengan tabungnya, harganya Rp 650 ribu.
"Tidak ada kenaikan harga jual, hanya pembatasan pembelian. Maksimal seorang hanya bisa beli dua tabung," ujar Alam.
Namun, melihat kondisi hari-hari ini, menurut Alam, bukan tidak mungkin harga tabung oksigen akan naik dari Rp 650 ribu jadi Rp 700 ribu atau Rp 750 ribu.
"Kalau Oxycan atau oksigen portabel malah udah kosong lama di kita. Katanya mah kosong pabrik, enggak tahu kapan bakal ada lagi," katanya.
Hal serupa juga dialami apotek Kimia Farma 43 Buahnbatu. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan ketersediaan isi ulang tabung oksigen, manajemen terpaksa mencari ketersediaan hingga ke distributor di Jakarta.
"Kosong kondisinya (tabung isi ulang) di Kota Bandung sekarang. Terakhir itu saya cari dan dapat oksigen itu dari Jakarta, Selasa lalu, itupun hanya dapat 20 tabung, langsung habis dua tiga hari saja. Terus bagian pengadaan di apotek saya pesan lagi, malah katanya harus COD (cash on delivery) sekarang, dan itu pun barangnya belum tentu ada, karena informasi suplyer prioritas sekarang pengiriman ke rumah sakit, jadi apotek engga kebagian," ujar Kepala Apotek Kimia Farma 43 Buahbatu, Aji Sutarmaji, saat dihubungi Tribun melalui telepon, kemarin.
Aji mengatakan, pihaknya menjual dua jenis tabung oksigen, yaitu tabung oksigen lengkap dengan regulator dan troli yang dihargai Rp 1,5 juta, dan tabung oksigen isi ulang atau tukar tabung dengan berat 25 kilogram Rp 40 ribu.