Breaking News:

27 Nakes RSUD 45 Kuningan Terkonfirmasi Positif Covid-19, Ini Rinciannya Menurut Dirut RSUD Kuningan

Setelah muncul nakes yang  positif Covid-19, Deki mengaku segera melakukan swab antigen terhadap seluruh pegawai di RSUD Kuningan. 

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Ahmad Ripai - Tribun Cirebon
Suasana RSUD 45 Kuningan persis gerbang Instalasi Gawat Darurat 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Sebanyak 27 tenaga ksehatan di RSUD 45 Kuningan terkonfirmasi positif Covid-19.

Mereka terdiri atas tiga dokter spesialis, perawatan inti dan sejumlah tenaga kerja bagian administrasi.

Demikian hal itu dikatakan Direktur Utama RSDU 45 Kuningan, dr Deki Saefullah saat menyampaikan keterangan kepada wartawan, Kamis (24/6/2021).

Deki menjelaskan, awal kejadian itu berlangsung secara parsial hingga menimbulkan banyak tenaga kesehatan dan pegawai di RSUD positif Covid-19.

“Kalau awal jumlahnya 17 tenaga kesehatan  positif Covid-19, namun hingga saat ini mengalami penambahan dengan kejadian parsial,” katanya.

Baca juga: Seorang Anggota DPRD Kuningan Terkonfirmasi Positif Covid-19, Sekretaris Dewan Ungkap Begini

Baca juga: Update Kasus Covid-19 di Kuningan, 144 Kasus Terjadi di Kecamatan Kuningan, di Cilimus 107 Kasus

Baca juga: 28 Desa di 13 Kecamatan di Kuningan Masih Blank Spot, PPDB Online Pun Terkendala

Upaya yang dilakukan dalam penyembuhan terhadap Nakes yang positif Covid-19 itu dilakukan dengan isolasi mandiri. 

“Dalam isolasi mandiri kepada mereka dengan penyakit sedang berat itu dilakukan di eks RS Citra Ibu dan kepada yang positif Covid-19 dengan penyakit ringan sedang, ini hanya dilakukan isoman di rumahnya,” katanya.

Setelah muncul nakes yang  positif Covid-19, Deki mengaku segera melakukan swab antigen terhadap seluruh pegawai di RSUD Kuningan. 

“Bentuk antisipasinya kami akan lakukan swab antigen kepada sebanyak 300 pegawai dan karyawan atau sisanya terkonfirmasi positif ini,” ujarnya. 

Dugaan paparan Covid-19, Deki mengatakan, ini terjadi akibat dari pelayanan terhadap pasien dan kuat dugaan terjadi di luar lingkungan Rumah Sakit. 

“Kami menduga ini bisa akibat usai melakukan pelayanan terhadap pasien dan yang sangat besar kemungkinan itu terjadi di luar lingkungan masyarakat. Sebab beberapa waktu sebelumnya, kami keluarkan surat edaran untuk para pegawai dan nakes itu tidak boleh berpergian ke luar kota,” ujarnya.

Deki menjelaskan bahwa dalam satu ruangan itu tidak serta menjadi lokasi paparan sehingga satu sama lain terkonfirmasi positif Covid-19.

“Paparan Covid ini secara parsial, buktinya sekpri saya positif dan saya tidak,” ungkapnya.(*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved