Breaking News:

Angka Kematian Akibat Covid-19 di Indramayu Masih Terus Melonjak, Begini Kata Bupati

Angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Indramayu masih terus melonjak.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Bupati Indramayu, Nina Agustina, Selasa (22/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Indramayu masih terus melonjak.

Pada hari ini, 10 pasien Covid-19 tercatat kembali meninggal dunia dalam sehari, Selasa (22/6/2021).

Sebelumnya, pasien yang meninggal dunia juga bertambah 13 orang pada Senin (21/6/2021) dan 13 orang pada Minggu (20/6/2021).

Baca juga: Nina Agustina Sedih Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19, Bupati Indramayu Minta Ini Pada Warganya

Bupati Indramayu, Nina Agustina, Selasa (22/6/2021).
Bupati Indramayu, Nina Agustina, Selasa (22/6/2021). (Handhika Rahman/Tribuncirebon.com)

Berdasarkan update mingguan yang diunggah Satgas Covid-19 Provinsi Jawa Barat melalui akun instagram @pikobar_jabar, Kabupaten Indramayu bahkan menempati urutan kedua kabupaten/kota dengan penambahan pasien meninggal terbanyak dalam seminggu terakhir di Jawa Barat.

Bupati Indramayu, Nina Agustina mengatakan, kondisi ini dikarenakan tidak sedikit masyarakat yang enggan mengakui dirinya sakit.

Walau mengalami gejala, masyarakat enggan berterus terang karena takut dinyatakan sebagai pasien Covid-19.

Hal ini yang membuat kondisi pasien telat diketahui dan telat mendapat penanganan hingga akhirnya meninggal dunia.

Masyarakat sampai saat ini, diketahui juga masih menganggap Covid-19 sebagai aib.

Padahal, Covid-19 itu merupakan penyakit dan tidak perlu malu agar bisa segera mendapat perawatan.

Di sisi lain, Nina Agustina mengakui, banyaknya kasus meninggal dunia ini pun disebabkan karena terbatasnya Bed Occupancy Ratio (BOR) atau tempat tidur perawatan pasien di RS di Kabupaten Indramayu.

Pihaknya pun berencana untuk menambah BOR untuk perawatan pasien, sehingga angka kematian akibat Covid-19 bisa ditekan.

"Kami akan membuka tempat-tempat seperti di RS PMC, terus Wisma Haji, di sana untuk menangani pasien yang sudah parah karena penuhnya rumah sakit kita," ujarnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved