Virus Covid-19 Varian Delta Sudah Masuk Jabar, Ridwan Kamil: Kecepatan Menularnya 2 Kali Lipat
Keberadaan virus SARS-CoV-2 atau Covid-19 varian Delta (B.1.617) yang berasal dari India sudah ditemukan menyebar di Jawa Barat.
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Keberadaan virus SARS-CoV-2 atau Covid-19 varian Delta (B.1.617) yang berasal dari India sudah ditemukan menyebar di Jawa Barat.
Virus Covid-19 varian Delta ini dikenal lebih cepat menular atau menyebar.
Soal virus Covid-19 varian Delta sudah masuk Jabar itu diumumkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (21/6/2021).
Baca juga: Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Kabupaten Cirebon Ditambah Setiap Harinya, Kadinkes: Tersisa 44 Bed
Baca juga: 35 Kecamatan di Kabupaten Cirebon Zona Merah Covid-19, Kadinkes: Hari Ini Ada 1.414 Pasien Dirawat
"Varian Delta sudah hadir di Jabar. Ini menandakan kita harus tetap waspada. Hadir di Karawang dan hadir di kota Depok, berdasarkan kajian whole genome sequencing (WGS) yang dilakukan Labkesda dan ITB," kata Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil mengatakan dengan hadirnya varian asal India ini, maka penyebaran Covid-19 di Jabar akan semakin cepat.
Untuk itu, Ridwan Kamil meminta masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaannya.
"Sehingga menandakan varian ini penularannya akan lebih cepat dari varian sebelumnya. Mudah-mudahan dengan berita ini kita tingkatkan kewaspadaan kita. Mohon disampaikan kepada masyarakat dengan kehadiran varian Delta di Jabar maka prokes 5M ditingkatkan," katanya.
Namun demikian, berdasarkan update terakhir dari Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI per 6 Juni 2021, di Jawa Barat baru terdeteksi Kasus Alpha atau SARS-CoV-2 varian Inggris (B.1.1.7).
Baca juga: Jangan-jangan, Virus Corona Varian Delta Masuk Indramayu? Fenomena Buruk Ini Sudah Mulai Terjadi
Baca juga: Duh, Virus Delta Sudah Ada di Jabar, Terdeteksi di Karawang, Warga Diharapkan WFH Dulu Saja
Kasus Delta sendiri terdapat di DKI Jakarta sebanyak 9 kasus dan di Jawa Tengah sebanyak 13 kasus.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan tim peneliti melakukan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) terhadap sejumlah sampel Covid-19 di Bandung untuk mendeteksi apakah terdapat virus Covid-19 varian Delta asal India yang beredar di Bandung.
"(Varian Delta) belum ada. Menurut laporan Menteri Kesehatan, varian Delta atau yang dari India baru ada di Jawa Tengah dan terduga di Jakarta. Yang Bandung sedang dites whole genome sequencing-nya, hasilnya belum keluar," kata Ridwan Kamil di Markas Kodam III Siliwangi, Selasa (15/6).
Baca juga: Penjelasan IDI: Pasien yang Tertular Varian Delta Virus asal India, Alami Gejala Berat Lebih Cepat
Baca juga: Covid-19 Varian Delta Sudah Masuk Indonesia, Ditemukan di 6 Provinsi, Jawa Barat Termasuk?
Walaupun hasilnya belum keluar, Ridwan Kamil merasa bahwa varian tersebut memang sudah beredar di Bandung. Namun demikian, ia masih menunggu hasil resminya.
"Jadi per door stop ini belum ada data. Feeling saya ada ya, tapi harus kita tunggu secara resmi," katanya.
Kalaupun memang varian baru ini ada di Jawa Barat, perlakuannya sama saja. Hanya 5M jawabannya, kata Ridwan Kamil. Hanya kedisiplinan jawaban untuk mencegahnya, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas.