Penutupan Jalan-jalan Utama di Kota Bandung Mulai Pukul 14.00, Ini Daftar Jalan yang Ditutup
untuk akhir pekan, dimulai Jumat (18/6/2021) ini sampai Minggu, penutupan dilakukan pukul 14.00 WIB sampai 16.00 WIB.
Contohnya, katanya, jika Pemerintah Kabupaten Garut menemukan peningkatan kasus signifikan di satu kecamatan atau desa, bisa dilakukan fokus penanganan secara mikro di tingkatan tersebut.
"Silakan mereview, tidak seluruh Garutnya, karena dalam catatan kami tidak seluruhnya. Jadi dia bisa melakukan yang namanya pengetatan di zona-zona merah di wilayah Garut, tapi tidak semua, sesuai dengan zonasi zonasi berbasis kecamatan atau kelurahan," katanya.
Tapi khusus untuk Bandung Raya, katanya, karena kombinasi dari keterisian rumah sakit dan zona merahnya berbasis kota dan kabupaten, maka seluruh wilayah harus dalam satu keterkendalian.
Diduga Sudah Masuk Bandung
Sementara itu, Ridwan Kamil mengatakan tim peneliti tengah melakukan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) terhadap sejumlah sampel Covid-19 di Bandung untuk mendeteksi apakah terdapat virus Covid-19 varian Delta asal India yang beredar di Bandung.
"(Varian Delta) belum ada. Menurut laporan Menteri Kesehatan, varian Delta atau yang dari India baru ada di Jawa Tengah dan terduga di Jakarta. Yang Bandung sedang dites whole genome sequencing-nya, hasilnya belum keluar," kata Ridwan Kamil di Markas Kodam III Siliwangi, Selasa (15/6).
Walaupun hasilnya belum keluar, Ridwan Kamil merasa bahwa varian tersebut memang sudah beredar di Bandung. Namun demikian, ia masih menunggu hasil resminya.
"Jadi per door stop ini belum ada data. Feeling saya ada ya, tapi harus kita tunggu secara resmi," katanya.
Kalaupun memang varian baru ini ada di Jawa Barat, perlakuannya sama saja. Hanya 5M jawabannya, kata Ridwan Kamil. Hanya kedisiplinan jawaban untuk mencegahnya, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas.
"Daya mematikannya tidak terlalu tinggi, ada catatannya. Tapi daya tularnya 2,4 kali lipat. Jadi kata Pak Menkes ibaratnya yang sekarang 1000 cc, tipe varian itu 3000 cc, jadi kecepatan menularnya tinggi, makanya lompatannya terduga dari sana juga," katanya.
Seperti dilansir kompas.com, virus corona varian Delta mendominasi penularan Covid-19 yang terjadi di Kudus, Jawa Tengah. Hal tersebut diketahui dari hasil penelitian Whole Genome Sequencing (WGS) yang dilakukan oleh tim dari FK-KMK Universitas Gadjah Mada (UGM), yang dirilis Senin (14/6/2021).
Mengutip laman Kemenkes, Senin (14/6/2021) penelitian tersebut dilakukan sebagai respons terhadap lonjakan kasus Covid-19 di Kudus, yang terjadi setelah libur Idul Fitri.
Ketua Tim Peneliti WGS FK-KMK UGM Gunadi mengatakan, dari total 37 sampel yang diteliti, sebanyak 34 sampel telah keluar hasilnya. Sementara, 3 sampel tidak keluar hasilnya.
Dalam penelitian tersebut, ditemukan 28 dari 34 sampel atau sekitar 82 persen, merupakan varian Delta (B.1.617) yang pertama kali terdeteksi di India. Varian Delta ini terbukti meningkat setelah adanya transmisi antarmanusia, dan sudah terbukti pada populasi di India dan di Kudus.
Virus corona varian Delta memiliki sejumlah karakteristik mutasi, yang membuat varian tersebut berbeda dan lebih berbahaya dibanding strain asli virus corona SARS-CoV-2.