Puluhan Ton Ikan Mati di Kuningan
Puluhan Ton Ikan Mati di Desa Jagara Tapi Pemkab Kuningan Disebut Tak Pernah Perhatikan Nasib Petani
Dari kejadian dalam waktu tertentu, pemerintah tidak pernah memperhatikan nasib petani KJA di sini," ungkapnya.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Peristiwa kematian puluhan ton ikan milik petani Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan Waduk Darma di Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kuningan, tidak pernah mendapat perhatian dari Pemkab Kuningan.
Hal itu dikatakan Anggota BPD Desa Jagara Adin, saat ditemui di lokasi KJA perairan Waduk Darma Kuningan, Kamis (27/6/2021).
Menurutnya, musibah kematian puluhan ton ikan ini sudah menjadi kebiasaan dalam waktu tertentu.
Terlebih kondisi saat ini berlangsung dengan kejadian perubahan cuaca alias pancaroba.
Baca juga: BREAKING NEWS Puluhan Ton Ikan di Keramba Jaring Ikan Kuningan Mati, Diduga karena Perubahan Cuaca

"Betul, untuk ikan pada mati ini dari perubahan cuaca atau masa pancaroba. Dimana kandungan air sebagai tempat hidup ikan tidak banyak mengandung oksigen.
Dari kejadian dalam waktu tertentu, pemerintah tidak pernah memperhatikan nasib petani KJA disini," ungkapnya.
Permohonan perhatian, kata Adin sudah sering diusulkan dalam kegiatan pertemuan secara berjenjang, antarpetani KJA.
Kemudian meminta perhatian dari pemerintah itu, tidak lebih untuk memberi kenyamanan bagi petani KJA dalam menggeluti usaha sebagai pembudidaya ikan.
"Sudah mah tidak pernah berikan perhatian kepada nasib kami petani KJA. Ya minimal pemerintah itu melakukan tes kandungan air ini atuh, jadi kalau kita mengetahui bahwa kandungan air kurang baik. Otomatis jumlah kematian tidak menjadi beban dan tanggungan petani KJA," katanya.
Baca juga: Rian Dibunuh Lalu Dibakar, Diduga Masalah Cinta Sesama Jenis, Polisi Temukan Ini di Tubuh Korban
Beban berat yang menjadi tanggungan petani KJA, kata Adin untuk membayar cicilan kepada Bank setiap bulannya.
Sebab tidak sedikit petani KJA ini menggunakan modal dari jasa pinjaman Bank melalui program KUR (kredit usaha rakyat).
"Menjadi beban kami, bagaimana untuk bayar KUR dalam yang biasa kredit tiap bulan ke Bank. Sebab untuk usaha begini, kebanyakan itu menggunakan modal dari jasa pinjaman Bank," kata Adin yang mengaku memiliki 10 lapak KJA dan alami kerugian hingga puluhan juta.
Diduga Akibat Pancaroba
Sekitar 20 ton ikan milik petani Keramba Jaring Apung (KJA) di Desa Jagara, Kuningan mati.
Hal itu terjadi diduga akibat perubahan cuaca yang terjadi selama tiga hari ke belakang.
"Ikan di KJA pada mati, ini sejak tiga hari lalu hingga sekarang," kata Taufik Ketua RT 09 RW 03 Dusun Puhun Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kuningan saat ditemui di lokasi Waduk Darma tadi, Kamis (17/6/2021).
Taufik mengatakan, perubahan cuaca demikian sangat sulit dihindari bagi pembudidaya ikan di KJA.
"Ya kalau cuaca begini mau gimana lagi. Ada cara untuk mencegah dengan membuat sirkulasi air itu juga tidak mungkin berhasil, tapi akan memperlambat kematian pada ikan saja," ungkapnya.
Taufik yang memiliki KJA 6 lapak ini mengalami kerugian sekitar Rp 17 juta.
Ikan mati itu dari jenis ikan nila dan ikan mas.
"Bicara kerugian saya alami itu kisaran di 27 juta an, ikan saya budidaya ini dari jenis ikan nila dan ikan mas," katanya. (*)
Baca juga: Banyak Ikan Mati Karena Upwelling, Petani Keramba Jaring Apung di Kuningan Rugi Ratusan Juta Rupiah