Breaking News:

Akademisi Soroti Soal Honor Relawan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 yang Belum Dibayar di Indramayu

Hadi Santosa, pembayaran honor tim pemulasaraan jenazah Covid-19 seharusnya masuk ke dalam dana yang urgent atau harus segera dicairkan.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
Tim pemulasaraan jenazah Covid-19 Kabupaten Indramayu saat menjalani tugas memakamkan jenazah. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Belum dibayarnya honor para relawan yang tergabung dalam tim pemulasaraan jenazah Covid-19 di Kabupaten Indramayu turut disoroti kalangan akademisi.

Menurut salah seorang akademisi, Hadi Santosa, pembayaran honor tim pemulasaraan jenazah Covid-19 seharusnya masuk ke dalam dana yang urgent atau harus segera dicairkan.

"Menurut saya, ini harus dianggarkan yang sifatnya segera dan tidak bisa ditunda-tunda karena mereka sudah bekerja," ujar Hadi Santosa yang merupakan Dosen Manajemen di AMIK Purnama Niaga Indramayu kepada Tribuncirebon.com, Kamis (10/6/2021).

Baca juga: Honor Tim Pemulasaraan Jenazah Covid-19 di Indramayu Belum Dibayar 6 Bulan, Satgas Jelaskan Kendala

Hadi Santosa mengatakan, jika terus dibiarkan, hal ini akan berdampak pada kekecewaan dari para tim pemulasaraan.

Jangan sampai, para relawan kecewa dan mogok kerja hingga membuat prosesi pemulasaraan jenazah Covid-19 di Kabupaten Indramayu mengalami kendala.

Pemerintah daerah pun, disampaikan dia, diketahui sudah melakukan refocusing dengan memangkas anggaran di setiap bidang kedinasan untuk difokuskan dalam penanganan Covid-19.

Selain itu, masih disampaikan Hadi Santosa, dari keterangan yang sebelumnya ia terima, pengajuan anggaran untuk honor para relawan ini sebenarnya sudah diajukan dan ditandatangani oleh BPBD Kabupaten Indramayu.

"Secepatnya seharusnya ini bisa dicairkan kalau tidak ingin proses pemulasaraan terganggu," ujar dia.

Baca juga: Sisca Kohl Sosok Wanita yang Borong 40 BTS Meal, Bikin Army Tak Kebagian, Sumber Kekayaan Melimpah

Hadi Santosa juga meminta kepada pemerintah untuk dapat memberi perhatian lebih soal masalah tersebut.

Mengingat peran vital dari tim pemulasaraan yang turut berperan dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

"Ini pekerjaan yang penuh risiko, orang biasa tidak bisa melakukan hal itu, makanya mereka juga harus dimanusiakan dengan diberikan haknya," ujarnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved