Kasus Corona di Bandung Meroket, tapi Satgas Covid-19 Bilang Masih Terkendali
Hal itu diakui oleh Ketua Satgas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna yang juga Sekretaris Daerah Kota Bandung.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kasus Covid-19 di wilayah Kota Bandung mengalami kenaikan.
Hal itu diakui oleh Ketua Satgas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna yang juga Sekretaris Daerah Kota Bandung.
Dia menyebut berdasar data dari bed of rasio (BOR) penyebaran Covid sudah berada di angka 79,9 persen.
Namun, Ema membandingkan awal-awal Covid-19 di Kota Bandung yang sempat mencapai angka 93 persen.
"Sebenarnya masih terkendali, sebab dulu kami pernah di angka 93 persen. Sekarang ini memang trennya naik. Jadi, kewaspadaan itu harus," katanya, Senin (7/6/2021) di Jalan Jawa.
Ema juga menyampaikan Pemkot tengah mencoba pola antisipasi terjadinya lonjakan, yakni dengan berkoordinasi ke rumah sakit-rumah sakit untuk menambah tempat tidur, serta mendorong semua kecamatan untuk sediakan ruang isolasi baik yang tak bergejala maupun bergejala ringan.
Sementara yang bergejala perlu ke rumah sakit.
"Ruang isolasi di Kota Bandung keterisian sudah di angka 80 persen. Kami berencana menegosiasi kembali ke hotel-hotel lain untuk dijadikan tempat isolasi yang sekarang baru ada dua hotel," ujarnya.
Lonjakan kasus Covid-19 yang meningkat bukan tak mungkin bakal memberikan efek domino, seperti yang dikatakan Ema, yaitu kemungkinan bisa tertunda kembali pembelajaran tatap muka (PTM).
"Kasus Covid-19 itu kan dinamis. Tapi, kalau sampai Jumat ini meningkat maka saya akan usulkan ke pimpinan untuk menunda PTM terbatas, sebab semua sepakat keselamatan nyawa itu lebih penting," ujarnya. (*)