Breaking News:

Nenah, TKW Asal Majalengka yang Terancam Hukuman Mati di Dubai Bakal Didampingi Lawyer dari BP2MI

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengupayakan agar Nenah Arsinah (38) dapat terlepas dari hukuman mati yang mengancamnya.

Eki Yulianto/Tribuncirebon.com
Nung Arminah (41), kakak kandung dari Nenah Arsinah PMI asal Majalengka yang dituntut hukuman mati karena dituduh membunuh sopir majikannya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengupayakan agar Nenah Arsinah (38) dapat terlepas dari hukuman mati yang mengancamnya.

Nenah Arsinah adalah tenaga kerja wanita asal Majalengka, Jawa Barat, yang terancam hukuman mati di Dubai setelah dituduh membunuh sopir majikannya asal India.

Benny Ramdhani, Kepala BP2MI, mengatakan, pihaknya telah menggelar pertemuan secara virtual dengan KJRI Mumbai, India, dan Dubai, tempat Nenah menjalani kurungan penjara.

Baca juga: Keluarga TKW yang Dituntut Hukuman Mati Minta Jokowi Bantu Bebaskan Nenah dan Bawa Pulang

"Kita sedang mengupayakan melobi keluarga korban, tentu ini butuh strategi dan kita sepakat tidak boleh terlalu diekspose berlebihan karena jika menyinggung keluarga korban bisa kontraproduktif," ujar Benny saat ditemui di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (5/6/2021).

Selain melakukan lobi dengan keluarga korban, pihaknya juga telah menyiapkan pengacara untuk mendampingi proses hukum Nenah di Dubai.

"Nenah adalah warga negara yang harus mendapatkan perlindungan, pembelaan sedang berjalan disiapkan pengacara dan kita akan berusaha bertemu dengan keluarga korban, karena India masih lockdown saya akan masuk lewat Dubai, dan bertemu dengan duta besar India di Dubai," katanya.

Baca juga: Sosok Nenah Arsinah, TKW Majalengka yang Terancam Hukuman Mati di Uni Emirat, Bersumpah Tak Membunuh

Intinya, kata dia, negara akan memberikan perlindungan kepada pekerja migran Indonesia baik legal maupun ilegal sekalipun.

Masalah hukum yang menjerat Nenah ini terjadi pada 2014.

Pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, itu dituduh melakukan pembunuhan terhadap sopir majikannya warga kebangsaan India, di Uni Emirat Arab.

Nenah saat ini sudah terkurung di penjara hampir tujuh tahun. (*)

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved