Breaking News:

40 Warga Kecamatan Subang Kuningan Terkonfirmasi Positif Covid-19, Hasil Tes Swab Belum Keluar

40 orang warga di Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terkonfirmasi positif covif-19.

Editor: Machmud Mubarok
IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sebanyak 40 orang warga di Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terkonfirmasi positif covif-19.

Sementara hingga saat ini, hasil hasil swab test y32 santri Pondok Pesantren Al-Ikhlas di Desa Ciomas, Kecamatan Ciawigebang dan 10 perangkat desa termasuk Kades Desa Setianegara di Kecamatan Cilimus, ternyata belum keluar.

"Untuk swab test warga terkonfirmasi positif Covid19, baik puluhan Santriwati dan perangkat desa di Kecamatan Cilimus, itu belum keluar hasilnya" ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu saat di konfirmasi melalui sambungan selulernya, Sabtu (4/6/2021).

Baca juga: Duh, Kasus Covid-19 Majalengka Masih Tinggi, Sampai Saat Ini Tercatat Ada 3.653 Kasus

Baca juga: Ibadah Haji Ditunda karena Covid-19, Arie Untung Langsung Curhat di IG, Begini Katanya

Baca juga: Tidak Semua Penyandang Difabel di Kota Cirebon Bisa Divaksin Covid-19, Ini Alasannya

Mengenai sebanyak 40 warga di Kecamatan Subang yang terkonfirmasi positif Covid19, kata Indra mengaku bahwa jumlah kenaikan terkonfirmasi positif Covid19 masih terbilang bisa dikendalikan. "Ya kenaikan memang cukup signifikan dan penanganan masih bisa terkendalikan," ungkapnya.

Sementara itu, Juri Bicara Satgas Covid19 Kuningan, yakni Agus  Mauludin mengemuka untuk kasus konfirmasi hingga sekarang total ada sebanyak 6273 orang, dengan jumlah discarded ada sekitar 5605 orang. Kemudian untuk kasus masih karantina ada sebanyak 522 orang dan jumlah meninggal ada 146 orang. "Dalam kasus ini dari Laki-Laki ada 2926 orang dan Perempuan ada sebanyak 3347 orang," ujarnya.

Selain itu, untuk kasus kontak erat hingga sekarang total sebanyak 7439 orang, dengan jumlah Discarded sebanyak 6965 orang dan masih karantina ada 474 orang. "Dalam kasus kontak erat, Laki-laki ada sebanyak 3563 orang dan Perempuan ada 3876 orang," ujarnya. 

Berikut ini update kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kuningan, termasuk perangkat desa dan Kepala Desa Setianegara yang positif virus corona.

Total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ada sebanyak 6263 orang dengan jumlah discarded ada sebanyak 5600 orang dan masih karantina sebanyak 518 orang serta kasus kematian hingga sekarang ada sebanyak 145 orang.

"Dalam kasus terkonfirmasi positif Covid19 itu berjenis kelamin Laki-Laki sebanyak 2918 orang dan Perempuan ada 3345 orang," ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kuningan, Agus Mauludin.

Kemudian untuk kasus kontak erat itu total ada sebanyak 7439 orang dengan jumlah discarded ada sebanyak 6965 orang dan masih karantina ada 474 orang.

"Dalam kasus ini dari Laki-laki sebanyak 3563 orang dan Perempuan ada 3876 orang," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, imbas perangkat Desa Setianegara positif Covid-19, petugas Satgas Covid-19 melalui petugas Damkar Kuningan melakukan penyemprotan cairan disinfektan.

Kepala Damkar Kuningan, Khadafi mengatakan bahwa untuk penyemprotan cairan disinfektan ini sebanyak 9000 liter, dengan sasaran penyemprotan itu meliputi halaman Kantor Desa Setianegara, lingkungan Mesjid Agung  Asy-Syifa.

Tidak hanya itu, sejumlah jalan perkampungan setempat juga menjadi sasaran.

"Selain kami semprot lingkungan kantor desa dan Masjid. Jalan Dusun Wage, Dusun Puhun, Dusun Manis, Dusun Pahing, Dusun Kliwon serta lembaga SDN 1, SDN 2 desa setempat," ujarnya.

Latar belakang tindakan penyemprotan, kata dia disertai Surat Permohonan dari Camat Cilimus Perihal Perihal Penyemprotan  Disinfectan No.054/454/Um 02 Juni2021 Surat Edaran Bupati Kuningan yang di tujukan Ke kantor UPT Damkar Satpol PP Kuningan, tentang permintaan Penyemprotan Cairan Disinfectan, sebagai pencegahan penularan Virus Covid-19 di lingkup Desa Setianegara.

"Kami semprotkan ini sesuai prosedural, jadi pelayanan ini tertib administrasi juga," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 10 perangkat desa termasuk Kepala Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kuningan, Jawa Barat diketahui sedang melaksanakan isolasi mandiri.

Hal itu setelah sebelumnya mereka dinyatakan terkonfirmasi positif Covid19.

"Adanya warga terkonfirmasi positif Covid-19, tentu kami berikan perhatian untuk masalah kebutuhan hajat hidup," ungkap Babinsa Desa Setianegara, Pelda Dadang yang juga Anggota Koramil 1510 / Cilimus, Jum'at (4/6/2021).

Pelda Dadang menyebut, upaya pencegahan terhadap paparan Covid-19 terus dikampanyekan kepada lapisan masyarakat desa setempat.

"Kami komitmen dalam mencegah penyebaran Covid-19 di daerah. Jadi, ketika ada warga atau siapa terpapar Covid-19, otomatis kami berikan perhatian bagi hajat hidup, agar mereka optimis bisa sembuh seperti pada sebelumnya," ungkapnya.

Di tempat sama Kadus Wage desa setempat, Deki Setiawan mengatakan, terlepas dengan jumlah perangkat termasuk Kepala Desa Setianegara yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Jumlah jiwa di desa kami, ada sekitar 3 ribu yang terbagi dalam lima Dusun. Seperti Dusun Wage, Kliwon, Manis, Pahing dan Dusun Pon," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Usnali Kasi Pemerintahan Desa Setianegara mengaku dari 13 orang perangkat Desa Setianegara, 10 di antaranya dinyatakan positif Covid-19, termasuk Kepala Desa Setianegara.

"Kasus di desanya itu bermula saat ada seorang perangkat yang positif Covid-19. Perangkat desa itu diduga tertular dari orang tuanya yang juga dinyatakan positif.

Sedangkan dia sehari-hari itu merawat orang tuanya. Kemudian orang tuanya positif, dianya juga positif. Jadi karena dia kerja disini, semua perangkat desa 13 orang di swab, hasilnya ada 10 yang kena," ungkapnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kepala Desa Setianegara dan Pegawainya Positif Covid-19, Kantor Desa Tutup Sementara

Megenai antor Desa Setianegara sendiri telah dilockdown sejak 26 Mei 2021 lalu. Sejak saat itu semua pelayanan kepada masyarakat dipindahkan ke pos terpadu yang berada tidak jauh dari kantor desa.

"Kalau ada yang butuh tandatangan kepala desa, nanti dikumpulin dulu baru kita minta kesana. Yang kesana (petugas) juga pakai APD lengkap. Kemudian, kemarin hari rabu juga sudah di swab semua kontak erat dari 10 orang perangkat ini, kemarin total ada 58 orang, termasuk perangkat yang positif. Sekarang kita tunggu hasilnya semoga ga ada yang positif lagi," katanya.

Sebelumnya diberitakan, total 13 perangkat desa plus Kepala Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kuningan, menyisakan 3 perangkat desa negatif alias bebas Covid-19

"Iya, jadi jumlah semua perangkat desa plus Pakades itu sebanyak 13 orang. Tiga diantaranya, Kadus Pon, Kadus Wage dan Kaur Pemerintahan itu di nyatakan negatif hasil tes swab," ungkap Diki  Setiawan sekaligus Kepala Dusun Wage saat ditemui di Posko Covid19 desa setempat, Jum'at (4/6/2021).

Baca juga: Kades dan 9 Staf Desa Setianegara Kuningan Positif Covid-19, Semua Pasien Jalani Isolasi Mandiri

Menurutnya, masyarakat Desa Setianegara sangat taat terhadap pencegahan penyebaran Covid19. Seperti penyediaan banyak tempat cuci tangan dan warga taat menggunakan masker.

"Tidak hanya itu, dalam kegiatan kemasyarakatan juga selalau mengedepankan protokol kesehatan. Misalnya, ketika hajatan kita gunakan protokol kesehatan dan selalu jaga jarak," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa dan Perangkat Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kuningan, Jawa Barat, terkonfirmasi positif Covid19. Hal itu kontan membuat penutupan pelayanan yang biasa dilakukan pemerintah desa setempat terhadap lingkungan masyarakat.

Demikian hal itu dikatakan Amir Saefudin sekaligus tokoh masyarakat desa setempat, saat ditemui di kawasan kantor desa setempat, Jum'at (4/6/2021).

Amir menyebut jumlah terkonfirmasi positif Covid19 itu sebetulnya memiliki latar belakang dari kasus orang tanpa gejala. "Ya semua yang terpapar hingga dinyatakan positif Covid19 itu, mereka semua OTG," ungkapnya.

Mengenai putusan positif Covid19, kata Amir mengaku hingga saat ini justru masih penasaran. Pasalnya berkas tes swab tes disertai bentuk fisik.

"Iya, kami sebetulnya masih sangsi dengan keputusan medis. Sebab belum ada bentuk fisik, melainkan hanya memberikan keterangan melalui screenshot excel. Meski demikian kami terima keputusan itu untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap protokol kesehatan," ungkapnya.

Menyinggung soal jumlah 10 orang terkonfirmasi positif Covid19, kata Amir mengaku bahwa itu terjadi sudah dua Minggu lalu dan hingga sekarang sedang melaksanakan isolasi mandiri.

"Untuk sekarang mereka sedang isolasi mandiri di masing - masing rumahnya, dengan standar kesehatan pencegahan Covid19. Artinya mereka benar di pisahkan dari anak istri atau bagi yang perempuan jelas dijauhkan dari suami dan istrinya," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved