Breaking News:

Dinas ESDM Jabar Tunggu Hasil Penelitan untuk Tindak Lanjuti Semburan di Desa Cipanas Cirebon

Kasubbag TU Cabang Dinas ESDM Wilayah VII Cirebon, Arif Budiman, mengatakan, sampel dari lokasi semburan sudah diambil.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Fauzie Pradita Abbas
TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Petugas Cabang Dinas ESDM Jabar Wilayah VII Cirebon saat mengambil sampel di semburan Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Rabu (2/6/2021) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Dinas ESDM Jawa Barat menunggu hasil penelitian untuk menindaklanjuti semburan yang muncul di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

Kasubbag TU Cabang Dinas ESDM Wilayah VII Cirebon, Arif Budiman, mengatakan, sampel dari lokasi semburan sudah diambil.

Nantinya, pengujian sampel akan dilakukan di laboraturium untuk meneliti lebih lanjut terkait kandungan bahan kimia yang keluar dari semburan tersebut.

Baca juga: Datangi Lokasi Semburan di Desa Cipanas Cirebon, Dinas ESDM Jabar Ambil Sampel untuk Diteliti

"Setelah data terkumpul kami serahkan ke pimpinan untuk pertimbangan kebijakan selanjutnya," ujar Arif Budiman saat ditemui di lokasi semburan, Rabu (2/6/2021).

Ia mengatakan, saat ini jajarannya mengidentifikasi terlebih dulu untuk mendalami data semburan tersebut.

Pihaknya belum bisa mengambil langkah selanjutnya sebelum mendapat hasil pengujian bebatuan dan ari yang diambil di lokasi semburan.

"Dari data kami juga ternyata semburan ini pernah diteliti pada 2014, tapi dihentikan," kata Arif Budiman.

Arif menyampaikan, belum mengetahui alasan mengenai dihentikannya penelitian semburan di Desa Cipanas.

Namun, ia berjanji bakal mencari data penelitian semburan di Desa Cipanas yang dilaksanakan pada 2014 tersebut.

Baca juga: Menag Yaqut Cholil Qoumas Merasa Heran Arab Saudi Tak Beri Izin Masuk untuk Indonesia, Kok AS Bisa

Nantinya, data itu bakal disinkronkan dengan hasil uji sampel yang diambil pada hari ini.

"Dari informasi awal, penelitian 2014 di sini untuk kepentingan wilayah kerja pertambangan panas bumi, tapi nanti kami cek lagi datanya," ujar Arif Budiman.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved