Setelah Pansus Covid-19 Terbitkan Rekomendasi, DPRD Tetap Bantu Pemkot Cirebon Melalui Komisi

DPRD Kota Cirebon tetap membantu Pemkot Cirebon dalam menangani pandemi Covid-19 melalui masing-masing komisi.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Suasana rapat Pansus Covid-19 DPRD Kota Cirebon di Griya Sawala DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Senin (31/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pansus Covid-19 DPRD Kota Cirebon bakal menerbitkan rekomendasi kemudian dibubarkan.

Namun, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah, menegaskan, DPRD Kota Cirebon tetap membantu Pemkot Cirebon dalam menangani pandemi Covid-19 melalui masing-masing komisi.

Menurut dia, Komisi I akan membahas tentang penegakan hukum penanganan Covid-19 dan Komisi II perihal anggarannya.

"Komisi III bisa soal penanganan dan pelayanan di fasilitas kesehatan," kata M Handarujati Kalamullah saat ditemui usai Rapat Pansus Covid-19 DPRD Kota Cirebon di Griya Sawala DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Senin (31/5/2021).

Baca juga: Kadinkes Kota Cirebon Tegaskan Zona Merah Covid-19 Tak Halangi Pelayanan Kepada Masyarakat

Baca juga: Pansus Covid-19 DPRD Kota Cirebon Bakal Terbitkan Rekomendasi

Baca juga: Hadapi Kemungkinan Lonjakan Pasien Covid-19 Pascalebaran, RSHS Bandung Siapkan Ratusan Tempat Tidur

Pria yang akrab disapa Andru itu mengatakan, rekomendasi tersebut juga akan dibahas dalam rapat lanjutan bersama Satgas Covid-19 Kota Cirebon.

Pasalnya, anggaran penanganan Covid-19 menjadi salah satu rekomendasi penting yang harus dibahas dalam rapat yang rencananya dilaksanakan dalam waktu dekat.

Selama pandemi Covid-19, Satgas Covid-19 Kota Cirebon lebih memilih menyewa hotel dan menyulap bekas kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjadi ruang isolasi mandiri.

Alasannya, lebih murah dibanding membeli peralatan kesehatan untuk memenuhi pelayanan di gedung anyar Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati.

"Lantai tiga sampai lima di RSD Gunung Jati belum ditempati. Dari kalkulasi anggarannya memang lebih murah di hotel," ujar M Handarujati Kalamullah.

Namun, Andru menilai melengkapi utilitas secara terstruktur di RSD Gunung Jati Kota Cirebon juga diperlukan.

Hal tersebut dapat dilakukan menggunakan bantuan provinsi, sehingga ke depannya peralatan di rumah sakit menjadi lebih lengkap.

Ia mengatakan, pelayanan vaksinasi juga menjadi hal penting meski tak menampik anggaran pendukung untuk vaksinasi masih minim.

"Alat swab dan vaksin terbatas, bahkan alat swab tersisa 4200 buah. Bagaimana kita memfasilitasi kegiatan ini tetap berjalan," kata M Handarujati Kalamullah.

Andru menyampaikan, hal-hal semacam itu bisa menjadi sebuah rekomendasi, karena persoalan anggaran juga tidak main-main.

Pihaknya berharap, Satgas Covid-19 Kota Cirebon menyampaikan kebutuhan anggaran dan kendala yang dihadapi sebagai bagian dari poin yang direkomendasikan.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved