Breaking News:

Hadapi Kemungkinan Lonjakan Pasien Covid-19 Pascalebaran, RSHS Bandung Siapkan Ratusan Tempat Tidur

Tapi setelah Lebaran, yaitu dari 19 Mei sampai saat ini, sedikit naik walau tidak terjadi satu lonjakan.

Editor: Machmud Mubarok
IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung (RSHS) bersiap menghadapi potensi lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Barat.

Namun demikian, angka penambahan kasus sejak Ramadan dan Lebaran lalu masih fluktuatif dan belum menunjukkan lonjakan kasus.

Plh Direktur Pelayanan Medik, Perawatan dan Penunjang RSHS Yana Akhmad Supriatna mengatakan berdasarkan penambahan kasus harian, baik yang terkonfirmasi positif maupun suspek, sempat terjadi penurunan kasus pada Lebaran lalu.

"Setelah Lebaran pada 15-18 Mei, di awal Lebaran, tren kasusnya sedikit menurun. Tapi setelah Lebaran, yaitu dari 19 Mei sampai saat ini, sedikit naik walau tidak terjadi satu lonjakan. Mudah-mudahan tidak terjadi lonjakan," kata Yana melalui siaran video dari RSHS, Senin (31/5).

Baca juga: Fadli Zon Minta Doa Diberikan Kesembuhan Setelah Terpapar Covid-19, Begini Kondisinya Saat Ini

Baca juga: WHO Prediksi Pandemi Covid-19 Bisa Jadi Endemik, Singapura Sudah Siapkan Skenario Terburuk

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, PPDB 2021 di Kota Cirebon Dilaksanakan Secara Daring

Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian ruang tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit, baik di ruang perawatan khusus Covid-19 maupun ruang perawatan insentif, masih naik-turun. BOR pada awal Lebaran, katanya,mengalami penurunan dari 77 persen jadi 57 persen, namun kini kembali naik sampai 77,5 persen di akhir Mei 2021. 

"Kalau mengacu kejadian sebelumnya, kalau ada libur panjang, Tahun Baru di Januari dan Februari, terjadi lonjakan kasus. Dalam menghadapi lonjakan, kami RSHS sudah menyiapkan pertama 234 tempat tidur di ruang isolasi, dengan 16 tempat tidur di ICU dengan ventilator dan yang tanpa ventilator," katanya.

Kebutuhan oksigen pun, katanya, sudah terpenuhi dengan volume 15 ribu liter oksigen yang disuplai rutin dua kali seminggu, termasuk kebutuhan medis dan farmasi. 

"Ketika ada kekurangan, kita siapkan. Juga APD, terutama gaun, sebanyak 17 ribuan. Saat terjadi lonjakan kita siapkan untuk dua bulan. Injeksi antiviral juga cukup untuk dua bulan," katanya.

Ventilator, kata Yana, terdapat 20 buah, juga 40 high flow nassal cannule, kemudian untuk monitor pasien disediakan sebanyak empat alat xray mobile, satu mesin extracorporeal membrane oxygenation (ECMO), dan mesin apherisis.

Sebanyak 234 tempat tidur, termasuk SDM dan peralatannya, katanya, akan disediakan lalau ada kenaikan kasus antara 20 sampai 50 persen, bahkan 100 persen. Adapun skenario 3, jika kasusnya bertambah melebihi 100 persen, akan siapkan 84 tempat tidur tambahan, sehingga totalnya menjadi 318 tempat tidur. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved