Breaking News:

Pilkades Indramayu Akan Digelar 2 Juni 2021, Berikut Skema Pengamanan yang Dibuat Polres Indramayu

Polres Indramayu pun sudah membuat skema antisipasi bilamana terjadi berbagai gangguan Kamtibmas.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mutiara Suci Erlanti
ISTIMEWA
Kegiatan Tactical Floor Game (TFG) di Mapolres Indramayu, Senin (31/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahmam

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) atau Pilwu Serentak 2021 di Kabupaten Indramayu dijadwalkan akan dilaksanakan pada 2 Juni 2021 mendatang.

Atau dengan kata lain, pelaksanaan Pilkades Serentak 2021 di Kabupaten Indramayu hanya tinggal menyisakan dua hari lagi.

Polres Indramayu pun sudah membuat skema antisipasi bilamana terjadi berbagai gangguan Kamtibmas.

Baca juga: 5.292 Personil Gabungan Dikerahkan untuk Amankan Pilkades di Indramayu, Hari Ini Gelar Pasukan

Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh S Herlambang melalui Kabag Ops Polres Indramayu Kompol I Wayan Surjana mengatakan, pada hari ini pihaknya melaksanakan kegiatan Tactical Floor Game (TFG).

Untuk skema pengamanan tersebut, polisi akan dibagi menjadi 3 zona, yaitu zona barat, zona tengah, dan zona timur.

"Masing-masing itu nanti akan ditempatkan pasukan satu pleton dari Polda Jabar, di samping ada anggota polisi di sana juga akan didukung oleh petugas keamanan lain bahwa di sana juga akan ditempatkan dari anggota TNI, Satpol PP dan dari linmas," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (31/5/2021).

Baca juga: Siap-siap, Tim Khusus Disiapkan Polres Indramayu Amankan Pilkades di Indramayu, Ini Julukannya

Masih dijelaskan Kompol I Wayan Surjana, kegiatan ini sengaja dilakukan guna mengantisipasi adanya kerusuhan akibat ketidakpuasan masyarakat akan hasil pemungutan suara.

Disamping itu, polisi juga sudah mendata kriteria desa mana saja yang dianggap sangat rawan, desa yang anggap rawan, dan desa yang dianggap aman.

Menurutnya, desa dengan kriteria sangat rawan karena berada di perbatasan, desa tersebut juga pernah terdapat konflik antar RT RW atau kelompok masyarakat, dan karena terdapat pendukung yang sangat militan, disinyalir ada panitia penyelenggara tidak netral, dan dianggap pelaksanaan Pilwu sering dijadikan ajang perjudian.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved