PMI Indramayu Hilang Kontak
TKW asal Indramayu Hilang Kontak 16 Tahun di Malaysia, Sebelumnya akan Ditempatkan di Yordania
hasil penelusuran sementara, Taniah bersama teman-temannya yang berjumlah 3 orang pada tahun 2005 lalu diketahui hendak diberangkatkan ke Yordania.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Sani menceritakan, pada tahun 2005 lalu, Taniah izin berangkat bersama 2 rekannya yang lain, ketiganya diduga berangkat secara ilegal atau unprosedural.
Dari tiga orang itu, dua rekan Taniah sudah pulang ke tanah air.
Berbeda dengan Taniah yang sampai sekarang hilang kontak.
"Arepan kerja ning endi nok? Di luar negeri katanya (Mau kerja dimana nak? Di luar negeri katanya). Terus sampai sekarang gak ada kabar," ujarnya.
Kepada keluarga, Taniah beralasan ingin membahagiakan kedua orang tuanya.
Baca juga: Ada Kondom Bekas Pakai, Wanita Tanpa Busana Diduga Disetubuhi oleh Sekuriti Bank Sebelum Dibunuh
Kondisi ekonomi keluarga yang hanya merupakan keluarga petani membuatnya tetap memaksa demi mendapat penghasilan lebih.
Keluarga pun, saat itu terpaksa mengizinkan Taniah pergi.
Sani menyampaikan, saat ini, ia hanya ingin anaknya tersebut bisa secepatnya ditemukan dan kembali pulang ke tanah air.
"Namanya orang tua, pengennya mah anak tuh cepat ketemu, cepat pulang," ujar dia.
Berangkat Saat Lulus SMP
Kabar hilang kontak kembali menimpa Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Kabupaten Indramayu.
TKW tersebut diketahui bernama Taniah (33) warga Blok Gupit Desa Plawangan, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu.
Ia dilaporkan hilang kontak selama 16 tahun di Sibu Malaysia.
Ibu Taniah, Sani (65) mengatakan, jangankan dikirimi uang hasil bekerja di luar negeri, sejak berangkat sampai dengan sekarang, satu kabar soal dari Taniah tidak diterima keluarga.
Baca juga: Terancam Hukuman Mati, Keluarga TKW di Majalengka Sedih, Yakin Nenah Tak Membunuh Sopir Majikannya
Sani (65) saat memegangi foto anaknya Taniah (33) yang hilang kontak selama 15 tahun di Malaysia di kediamannya di Blok Gupit Desa Plawangan, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Minggu (30/5/2021). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

"Baru lulus SMP waktu itu berangkatnya, sekitar umur 16 tahun," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di kediamannya, Minggu (30/5/2021).