Breaking News:

Ubah Laku

Wisuda dan Perpisahan Siswa SMA Digelar Secara Virtual, Demi Bebas dari Penyebaran Covid-19

Keceriaan, kegembiraan, kesenangan saat lulus dari sekolah tak bisa diekspresikan. Semua karena penyebaran Covid-19 masih tinggi.

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Perwakilan siswa kelas XII mengikuti wisuda dan perpisahan SMA Negeri 2 Cimahi secara virtual. 

TRIBUNCIREBON,COM - Wisuda kelulusan merupakan saat yang dinanti-nanti seorang siswa atau mahasiswa. Terlebih untuk seorang siswa SMA. Katanya masa SMA itu masa yang paling menyenangkan, sehingga wisuda pun menjadi momen yang tidak bisa dilupakan.

Namun pandemi Covid-19 mengubah segalanya. Keceriaan, kegembiraan, kesenangan saat lulus dari sekolah tak bisa diekspresikan. Semua karena penyebaran Covid-19 masih tinggi.

Wisuda kelulusan sekolah yang biasanya dirayakan secara meriah di gedung atau di sekolah, kini tak ada lagi. Tak ada senda gurau, suka cita, penampilan band dan kreativitas siswa di panggung kelulusan. Sedih, tentu saja.

Itu pula yang dialami lulusan-lulusan SMA Negeri 2 Cimahi. Pada 25 Mei 2021, para lulusan ini megikuti seremoni wisuda kelulusan secara daring atau virtual.

Baca juga: Masih Ada 23 Penambahan Kasus Covid-19 di Majalengka yang Tetap Jalankan PPKM

Baca juga: Pemuda Ini Wafat Setelah Divaksin Covid-19 AstraZeneca, Sebelumnya Sehat, Setelah Disuntik Wafat

Baca juga: Hajatan di Indramayu Tak Dibolehkan Akibat Covid-19, Dalang Ini Jual Motor Agar Dapur Tetap Ngebul

Nabila Khoirunnisa, salah seorang lulusan, mengatakan wisuda secara daring saat ini memang cuma satu-satunya pilihan. Kondisi pandemi yang berkepanjangan, tak memungkinkan untuk bertemu muka dengan teman-temannya di akhir mereka bersekolah.

“Ya sedih juga sih, wisuda dan perpisahan lewat daring. Itu juga tidak semua ikut acara,” kata Nabila.

Padahal biasanya, sebelum pandemi, perpisahan dan wisuda digelar di panggung sekolah dan selalu ramai. Apalagi jika mendatangkan band-band musik terkenal sebagai hiburan, makin menambah ramai suasana perpisahan.

“Ini kan acara terakhir kita di sekolah. Setelah wisuda ini mungkin ada yang tidak bertemu lagi. Ada yang lanjut kuliah, ada yang mungkin bekerja, atau bahkan menganggur. Jadi sebenarnya wisuda dan perpisahan ini jadi satu momen penting buat lulusan SMA,” kata Nabila.

Menurut Nabila, ada 33 orang rekannya yang menjadi perwakilan untuk menerima pengalungan medali secara langsung. Mereka merupakan siswa-siswa terbaik di masing-masing kelas. Dari kelas IPA, ada 27 orang, sedangkan dari kelas IPS ada 6 orang.

“Hanya mereka yang datang ke sekolah mengikuti wisuda secara langsung. Tentu saja prosedur protokol kesehatan dijalankan. Mereka dicek suhu tubuh, memakai masker, mencuci tangan dan juga menjaga jarak,” kata Nabila.

Sementara ratusan lulusan lainnya hanya bisa menonton di rumah masing-masing, termasuk Nabila. Ia baru ke sekolah dua hari kemudian untuk menerima pengalungan medali.

Itu pun dilaksanakan secara sif atau bergantian. Setiap lulusan ditentukan jam datang ke sekolah. Ia kebagian jam 11.00. Karena itu ia pun tidak bertemu dengan banyak teman atau orang.

“Di sekolah juga cuma sebentar. Bertemu dengan wali kelas yang menyerahkan medali, setelah itu langsung pulang. Ya benar-benar ketat, gak bisa santai,” kata Nabila.

Walau sedih, Nabila memahami keadaan saat ini yang tidak memungkinkan. Pandemi Covid-19 belum berakhir. Virus corona masih bergentayangan di tengah masyarakat. Jika lengah, bukan mustahil malah terpapar covid-19.

“Ya wisuda virtual ini juga mungkin bentuk partisipasi kita mencegah penyebaran Covid-19. Cimahi kan masih masuk zona oranye. Artinya masih sangat besar potensi penyebarannya,” kata Nabila yang berencana melanjutkan kuliah ke Unpad itu. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved