Breaking News:

Peran RT dan RW di Seluruh Wilayah Indramayu Bakal Dimaksimalkan untuk Perangi Narkoba

Hasil survei BNN dan LIPI pada tahun 2019, secara nasional diketahui sebanyak 240 dari 10.000 penduduk Indonesia berumur 15-64 tahun pernah memakai

istimewa
Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Pendopo Indramayu, Kamis (27/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berkomitmen dalam memberantas peredaran narkoba.

Komitmen ini akan lebih ditingkatkan dengan melibatkan pemerintah ditingkatan terbawah, yakni RT dan RW sebagai ujung tombak memerangi narkoba.

Mereka diminta lebih masif lagi melapor ke pihak berwajib bilamana mengetahui adanya penyalahgunaan narkotika di wilayahnya masing-masing.

Baca juga: Truk Molen Angkut Cor Beton Terguling Timpa Rumah di Kuningan, Sainin Rasakan Ada Getaran Hebat

Menurut, Asisten Pemerintahan (Asda I) Jajang Sudrajat, upaya ini harus dilakukan guna menyikapi kondisi Indonesia yang saat ini darurat narkoba.

Hasil survei BNN dan LIPI pada tahun 2019, secara nasional diketahui sebanyak 240 dari 10.000 penduduk Indonesia berumur 15-64 tahun pernah memakai narkoba

Jawa Barat bahkan menyumbang 0,60 persen atau 95.259 orang angka penyalahgunaan narkotika.

"Untuk itu kepada camat dan kuwu atau lurah agar dapat menyampaikan dan menyebarluaskan informasi terkait peran serta RT dan RW tersebut," ujar dia dalam memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Pendopo Indramayu, Kamis (27/5/2021).

Kegiatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Kabupaten Indramayu sendiri dilakukan dengan melepas rombongan Gowes Jabar Bersinar dari komunitas sepeda Federal Bandung Indonesia (FBI) dalam rangkaian tour keliling Jawa Barat.

Sementara itu Kepala BNN Kota Cirebon, AKBP Budi Bakhtiar mengatakan, Gowes Jabar Bersinar ini merupakan upaya bersama mulai dari pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Baca juga: Seorang Pemotor Tabrak Mobil Trail Blazer di Pangandaran, Diduga Sedang Balapan

Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2020 yang mewajibkan seluruh gubernur, bupati dan walikota untuk melaksanakan penguatan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) di daerahnya masing-masing.

Menurutnya, kegiatan Gowes Jabar Bersinar ini sebagai upaya untuk mengingatkan kembali bupati/walikota untuk melaksanakan Instruksi Presiden tersebut. 

Selain harus memberikan fasilitasi terhadap P4GN, bupati/walikota juga harus mendukung dan melaksanakan program desa/kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) sampai ke tingkat RT dan RW.

“Selain kepada bupati/walikota, kami juga meminta kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing,” tegas Budi Bakhtiar.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved