Breaking News:

Dampak Gerhana Bulan Total, 2 Desa Pesisir Pantai di Subang Diterpa Banjir Rob, BMKG Beri Peringatan

Wilayah pantai utara Kabupaten Subang tepatnya di Desa Legonwetan dan Mayangan diterjang banjir rob akibat pasangnya air laut.

Istimewa
Wilayah pantai utara Kabupaten Subang tepatnya di Desa Legonwetan dan Mayangan diterpa banjir rob akibat pasangnya air laut. 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TIBUNCIREBON.COM, SUBANG - Fenomena gerhana bulan total berdampak pada pasangnya air laut, .

Wilayah pantai utara Kabupaten Subang tepatnya di Desa Legonwetan dan Mayangan diterjang banjir rob akibat pasangnya air laut.

Salah satu warga Desa Legonwetan, Felis (30) mengatakan ketinggian air di dua desa tersebut mencapai 50 centimeter hingga selutu orang dewasa.

"Iya naik lagi jadi rob. Sudah masuk ke rumah saya air nya, dijalan aja sekitar 30 cm," ucap Felis kepada Tribun.

Baca juga: INI PENAMPAKAN Foto Fase-fase Gerhana Bulan Total Super Bloof Moon, Terlihat Cantik dan Menakjubkan

Baca juga: Rumahnya Diterjang Banjir 7 Kali, Warga Karangligar Karawang Ini 4 Kali Beli Kipas Lantaran Rusak

Air akibat banjir rob, kata Felis, sudah menggenangi puluhan rumah warga di Legonwetan sekira pukul 18.00 WIB.

Melalui media sosial resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) juga merilis imbauan agar warga pesisir pantai mewaspadai potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi 26-31 Mei 2021.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo menyebut, angin yang berhembus konsisten dengan kecepatan cukup tinggi hingga 46 kilometer per jam di beberapa perairan di Indonesia, sehingga mengakibatkan peningkatan ketinggian gelombang air laut.

"Potensi banjir pesisir (rob) ini berbeda waktu (hari dan jam) di tiap wilayah pesisir secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat," kata Eko.

Pihaknya mengimbau agar warga mewaspadai hal tersebut.

"Namun tetap jangan panik, hanya imbauan inj berlaku untuk meningkatkan kewaspadaan saja," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved