Breaking News:

Hari Raya Waisak 2021

Puja Bhakti Hari Raya Waisak di Vihara Dewi Welas Asih Kota Cirebon Digelar Terbatas

Para jemaah pun terlihat menerapkan protokol kesehatan saat beribadah di areal Cetiya Dhamma Rakhita.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Seorang jemaah saat beribadah di Cetiya Dhamma Rakhita Vihara Dewi Welas Asih, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (26/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Puja bhakti hari raya Waisak 2565 di Vihara Dewi Welas Asih tampak digelar secara terbatas.

Para jemaah pun terlihat menerapkan protokol kesehatan saat beribadah di areal Cetiya Dhamma Rakhita.

Mereka tampak memakai masker dan saling menjaga jarak kira-kira 1,5 meter sehingga tidak berdekatan.

Selain itu, areal Cetiya Dhamma Rakhita juga terlihat dipasangi stiker khusus sebagai penanda jaga jarak bagi umat Budha saat beribadah.

Pembina Umat Budha, Cahyono Raksajaya, mengatakan, kebaktian hari raya Waisak tahun ini hanya diikuti 25 - 30 jemaah.

Menurut dia, mereka merupakan umat Budha dari wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Baca juga: Kumpulan Kata-kata Bijak Ucapan Selamat Hari Waisak 2021, Kirim Via WA Cocok Juga Jadi Status Medsos

Baca juga: Gambar-gambar Lucu Ucapan Hari Raya Waisak Lengkap dengan Kata-kata Bijak, Cocok Dibagikan di Medsos

Baca juga: KUMPULAN Gambar, Puisi, dan Kata-kata Bijak Waisak 2021, Kirimkan ke Keluarga hingga Sahabat

"Hal ini menyesuaikan protokol kesehatan, sehingga jemaahnya tidak banyak," ujar Cahyono Raksajaya saat ditemui di Vihara Dewi Welas Asih, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (26/5/2021).

Ia mengatakan, kapasitas maksimal Cetiya Dhamma Rakhita mencapai 60 orang.

Namun, dalam puja bhakti kali ini sengaja dikurangi hanya 50 persen dari kapasitas maksimalnya.

Selain itu, perayaan Waisak kali ini pun digelar secara sederhana. Biasanya, usai kebaktian para jemaah mengikui makan bersama sebagai bentuk rasa syukur.

Kali ini, makanan dan minuman tersebut dikemas dalam wadah khusus kemudian dibagikan kepada jemaah yang hadir.

Selanjutnya mereka meninggalkan Cetiya Dhamma Rakhita, sehingga kebaktian Waisak tidak menimbulkan kerumunan dalam waktu lama.

"Kami mendukung upaya pemerintah mencegah penyebaran Covid-19, makanya pelaksanaan ibadahnya disesuaikan," kata Cahyono Raksajaya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved