Breaking News:

Profil Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang Ditunjuk Jadi Pangkostrad, Pernah Jadi Loper Koran

Salah satu yang dirotasi dan mendapat promosi adalah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman. ditunjuk sebagai Pangkostrad

Editor: Machmud Mubarok
(Youtube KOMPAS.com)
Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Kompas.com Wisnu Nugroho dalam tayangan BEGINU S2 EPS6: Dudung Abdurachman, Loper Koran dan Keberanian Bersikap Jenderal TNI di Kanal YouTube Kompas.com. 

TRIBUNCIREBON.COM - Panglima TNI Jenderal melakukan mutasi dan rotasi terhadap puluhan perwira tinggi TNI.

Salah satu yang dirotasi dan mendapat promosi adalah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman. Dudung ditunjuk sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ( Pangkostrad).

Penunjukan ini dalam rangka mutasi dan rotasi sebagaimana Surat Keputusan Panglima TNI. Dudung menggantikan Pangkostrad sebelumnya, Letjen TNI Eko Margiyono.

Sosok Mayjen TNI Dudung Abdurachman,orang Bandung yang berani memerintahkan jajarannya untuk menyikat Front Pembela Islam (FPI) jika macam-macam di ibukota negara.

Pangdam Jaya itu pula yang memerintahkan untuk mencopot semua baliho besar bergambar pemimpin FPI, Habib Rizieq Shihab.

Secara tegas Dudung menyatakan siapa yang berani-berani mengusik kesatuan dan persatuan bangsa, khususnya di daerah DKI Jakarta, akan berhadapan dengan dirinya.

"Saya panglimanya di sini. Tak boleh ada yang merasa lebih benar. Semua harus tunduk pada hukum," kata Pangdam Jaya Dudung Abdurahman.

Lantas siapakan sosok Mayjen TNI Dudung Abdurachman? berikut profilnya dilansir Tribunnews.com melalui berbagai sumber.

Berangkat dari Nol hingga Jadi Perwira TNI

Mayjen TNI Dudung Abdurachman merupakan Lulusan Akmil tahun 1988 dari kecabangan infanteri.

Tak semulus yang orang bayangkan, perjalanan Mayjen TNI Dudung hingga akhirnya menjadi seorang perwira dimulai dari nol.

Dikutip dari YouTube KompasTV yang tayang 27 Juni 2020, dirinya mengisahkan soal perjuangan orang tuanya yang membesarkan kedelapan saudara-saudaranya, termasuk dirinya.

Ayahnya adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), namun meninggal dunia saat Mayjen TNI Dudung menginjak SMP.

Baca juga: Buruh di Indramayu Kepung Pendopo, Kecewa UMK 2021 Gak Naik, Jeda Salat Jumat, Pukul 1 Lanjut Lagi

"Setelah bapak nggak ada ya ibu berjualan kue, kerupuk, terasi," katanya.

Dirinya pun juga berkewajiban untuk membantu sang ibu, hingga mencari kebutuhan yang dibutuhkan rumah.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved