Wisata Kuningan
Libur Waisak, Situ Cicerem Kuningan Dikunjungi Banyak Wisatawan, Lahan Warga Jadi Tempat Parkir
Momen libur Hari Waisak 2021, sejumlah objek wisata di Kuningan tidak sepi dari pelancong yang biasa menikmati objek wisata di Kuningan.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Momen libur Hari Waisak 2021, sejumlah objek wisata di Kuningan tidak sepi dari pelancong yang biasa menikmati objek wisata di Kuningan.
Hal itu seperti terpantau di wisata perairan yang berada di Situ Cicerem di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kuningan, Jawa Barat.
Saat ditemui di lokasi Dedeh sekaligus salah seorang pengelola, Dedeh mengatakan, wisatawan yang datang ke Situ Cicerem ini mayoritas merupakan wisatawan lokal dari wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan).
"Pengunjung datang biasanya tak jauh, mereka mayoritas warga Cirebon, Majalengka, Indramayu dan ada juga dari Kuningan sendiri," ungkap Dedeh yang juga Sekretaris BUMDes setempat, Rabu (26/5/2021).
Baca juga: Momen Libur Hari Waisak 2021, Wisata Kolam Renang Jembar Waterpark Majalengka Dipadati Pengunjung
Dia mengatakan, Situ Cicerem ini memang menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan manakala hari libur seperti sekarang. Terlebih dengan banyaknya inovasi yang dilakukan manajemen dalam memberikan pelayanan, baik dari penyedia sarana dan prasarana.
"Untuk sarana dan prasarana, saat pengunjung banyak. Otomatis lahan parkir kita atur lahan warga menjadi lokasi parkiran dengan sistem pembayaran tunas sehabis jam operasional. Dalam pembayaran sebagai jasa sewa kepada warga, itu bervariatif. Mulai ada yang mendapat Rp 100 ribu hingga kita bayar sewa Rp 250 ribu," ungkapnya.
Bentuk pembayaran ini, kata Dedeh mengaku sudah mendapat persetujuan dari manajemen dalam mendongkrak potensi ekonomi masyarakat di lingkungan wisata Situ Cicerem atau Talaga Biru.
"Iya, kita menjalankan tugas sebagai Badan Usaha Milik Desa tentu sebaik dan berusaha profesional. Seperti dalam pengerjaan dalam wisata ini, kita libatkan pemuda dan karangtaruna," ujarnya.
Melihat banyak titik atau spot foto, kata Dedeh mengaku belum ada penambahan jumlah spot foto. Seperti ada dua dermaga, dua ayunan diatas Situ Cicerem, serta penambahan wahana permainan air, yakni sebanyak tiga perahu bebek serta dua unit perahu karet.
"Masing - masing untuk menikmati wahana tadi, manajemen menyediakan tiket untuk jasa pemotretan dan jasa sewa perahu bebek," ujarnya.
Meski dipadati wisatawan namun pihak pengelola Situ Cicerem tidak mengabaikan penerapan protokol kesehatan.
Melalui pengeras suara dan beberapa orang petugas, wisatawan selalu diingatkan untuk tetap memakai masker dan menjaga jarak.
"Protokol kesehatan wajib buat siapapun yang datang, kalau tidak kita tidak izinkan masuk," kata Dedeh lagi.
Dia menyebut semasa libur lebaran hingga sekarang, yakni momen libur Waisak. Setiap hari pengunjung tidak kurang dari 3.000 orang. "Jumlah itu stabil dengan pengunjung tidak orang itu melulu. Melainkan secara bergantian dan keluar masuk begitu," ujarnya.
Menyinggung soal HTM (Harga Tiket Masuk) untuk motor dan mobil beragam ukuran, tentu berbeda harga.
"Untuk satu unit motor itu sebesar Rp 2000 dan untuk mobil dengan ukuran terkecil atau mobil keluarga hingga mobil wisata. Kami menarif HTM mulai Rp 5000 hingga Rp 7 ribu," ujarnya.
Teramati di lokasi sekitar, pengunjung tidak sedikit melakukan antrian untuk bisa berfoto di spot ayunan dan tempat lainnya.
Sekedar informasi, kawasan wisata Situ Cicerem memiliki kawasan terbuka dengan nuansa alam yang sangat indah.