PMI Asal Majalengka Dituduh Membunuh
Nenah PMI Asal Majalengka Dijemur Setiap Jumat, Dicambuk Ratusan Kali dengan Kondisi Tangan Diborgol
Nenah Arsinah (38) harus mendekam di jeruji besi Sarjah, Dubai, Uni Emirat Arab atas kasus tuduhan pembunuhan terhadap sopir majikannya.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Nenah Arsinah (38) harus mendekam di jeruji besi Sarjah, Dubai, Uni Emirat Arab atas kasus tuduhan pembunuhan terhadap sopir majikannya.
Sudah 7 tahun polisi belum memutuskan Nenah divonis bersalah karena barang bukti yang dianggap kurang meski telah dituntut hukuman mati.
Meski berada di dalam penjara, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Ranjiwetan, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka ini masih bisa berkomunikasi dengan keluarganya.
Terbukti, tiga hari selepas lebaran, kakak kandung Nenah, Nung Arminah (41) masih mendapatkan kabar.
Baca juga: KONDISI Nenah Warga Majalengka yang Dituntut Hukuman Mati di Dubai, Sang Kakak:Kurus, Kerap Disiksa
Baca juga: Gerhana Bulan Total Bersamaan dengan Hari Raya Waisak 26 Mei 2021, Terjadi 195 Tahun Sekali
Baca juga: Cinta Terlarang di WC Sekolah, Pak Guru Sudah Beristri & Punya Anak, Ngaku Cinta pada Cewek 16 Tahun
Komunikasi yang berjalan singkat itu, Nenah bercerita bahwa selama di penjara ia kerap disiksa.
Nenah pun bercerita, tubuhnya kini sangat kurus akibat jarang diberi makan.
"Dia bercerita, setiap hari dia menangis, setiap hari Jumat Nenah dijemur, sering dicambuk ratusan kali dengan kondisi tangan diborgol," ujar Nung saat ditemui di rumahnya, Senin (24/5/2021).
Setiap mengabari pun, jelas Nung, adiknya tersebut minta segera dipulangkan.
Namun, kondisi pihak keluarga saat ini, membuat pembebasan untuk Nenah sulit dilakukan.
"Nenah juga kemarin pas lebaran cerita, ingin segera pulang. Mau lebaran di rumah, mau tahu keadaan di rumah sekarang gimana. Terus nangis Nenah," ucapnya.
Nung mengaku, selama tujuh tahun lamanya berusaha membebaskan adiknya tersebut, ia sudah meminta ke berbagai orang maupun lembaga.
Namun, sampai saat ini belum ada yang bisa membantu.
Beruntung, saat ini pihak keluarga sudah mendapatkan bantuan dari Forum Perlindungan Migran Indonesia (FPMI) untuk mencoba meringankan bahkan membebaskan Nenah.
"Semoga siapa pun yang dapat menolong adik saya, dipermudah urusannya. Saya di rumah hanya bisa berdoa agar Nenah segera pulang secepatnya dan selamat," jelas dia.