Breaking News:

Persibmania

Banyak Klub Liga Diambil Alih Oleh Public Figure, Pelatih Persib Bandung Komentar Begini

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, memberikan komentar terkait banyaknya klub di Liga 2 yang mendapat investor dari kalangan public figure.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
TribunJabar.id/Ferdyan Adhi Nugraha
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, setelah memimpin latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (24/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG  - Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, memberikan komentar terkait banyaknya klub di Liga 2 yang mendapat investor dari kalangan public figure.

Sebut saja, Persis Solo yang baru saja dibeli oleh anak Presiden RI, Kaesang Pangarep. Lalu Rans Cilegon FC yang baru dimiliki oleh artis Raffi Ahmad.

"Itu tidak terlalu penting soal memiliki klub, tapi yang penting adalah bagaimana menjalankan klub tersebut," ujar Robert Alberts setelah memimpin latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (25/5/2021).

Baca juga: Liga 1 2021 Belum Jelas Kapan Mulai, Kabar Sih Awal Juli, Pemain Persib Ini Makin Semangat Latihan

Robert Alberts menturkan, pemilik bukan berarti menjalankan klub secara keseluruhan. Baik itu aspek teknis seperti pemilihan pelatih, pemain, dan strategi maupun bisnis. 

"Karena kepemilikan tidak berarti kamu menjalankan klub. Kamu butuh pakar untuk melakukan itu," ucapnya.

Saat ini, dia belum bisa menilai apakah kehadiran orang-orang besar ini bisa memberikan dampak positif baik bagi sepak bola Indonesia.

Sebab perlu waktu untuk bisa melihat jelas misi dan visi apa yang akan mereka jalankan di klub yang baru saja diakusisinya.

"Kita lihat nanti apakah klub ini berjalan secara profesional, jika iya maka itu sangat positif, sektor privat-nya melangkah maju," ucapnya.

Namun secara garis besar dia senang karena klub-klub Liga 2 bisa mulai membangun tim yang profesional agar bisa bersaing di Liga 1.

"Dalam hal ini banyak klub dari Liga 2 beralih kepemilikkan dan itu artinya mereka punya niat bagus untuk meningkatkan standar klub di sepak bola Indonesia dan membentuk tim yang tangguh," ucapnya.

Dia pun berharap, klub-klub ini bisa mendapat pengarahan dari orang profesional agar mampu menjalankannya dengan baik.

"Jika mereka datang dengan menyuntikan dana segar dan memiliki profesionalisme tentu itu menjadi keunggulan," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved