Jumat, 17 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Pilkades Serentak di Majalengka

Ini Mitos di Balik Pilkades Serentak di Majalengka, Jika Ada Bola Api Jatuh di Rumah, Dia Menang

khususnya Timses para Calon Kuwu (Kades) biasanya berinisiatif menanti turunnya Andaru pada malam menjelang hari H pencoblosan.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Andaru atau bintang jatuh yang menyerupai bola api diyakini menjadi pertanda kemenangan seseorang yang saat ini masih hidup di tengah masyarakat Majalengka. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Sebanyak 127 desa di Kabupaten Majalengka menggelar Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) serentak pada Sabtu (22/5/2021) hari ini.

Banyak sisi lain yang menarik untuk dibahas dari hanya sekadar menyoblos dan kampanye.

Salah satunya, adanya berbagai kepercayaan masyarakat setiap menjelang Pilkades hingga saat ini masih berlaku.

‘Andaru’ adalah salah satu kepercayaan yang sampai saat ini masih dipegang masyarakat saat momen Pilkades.

Masyarakat, khususnya Timses para Calon Kuwu (Kades) biasanya berinisiatif menanti turunnya Andaru pada malam menjelang hari H pencoblosan.

Baca juga: H-1 Pilkades Serentak di Majalengka, Sejumlah TPS Ditutup Rapat, Buka Besok Pagi

Baca juga: Calon Kades di Desa Tegaltaman Indramayu Meninggal, Padahal Pilkades akan Digelar 2 Minggu Lagi

Baca juga: Kesibukan Para Calon Kepala Desa H-1 Pilkades Majalengka, Kumpul Keluarga hingga Konsolidasi Timses

Masyarakat percaya bahwa ketika Andaru, yang disebut-sebut menyerupai bola api, jatuh di rumah salah satu calon maka dialah yang akan jadi pemenang.

Andaru sendiri, menurut cerita yang beredar biasanya turun pada dini hari, dari pukul 00.00 WIB hingga menjelang Subuh.

Budayawan Majalengka, Rahmat Iskandar mengatakan, Andaru sendiri diambil dari salah satu cerita dalam dunia pewayangan.

Namun, dalam kisah asli pewayangan baik Ramayana maupun Mahabrata tidak terdapat cerita Andaru itu. 

“Dalam salah satu cerita Putra Astina disebutkan bahwa penerus kerajaan itu mencari Wahyucakraningrat. Itu untuk menentukan siapa yang akan jadi Raja. Namun apa dan bagaimana Wahyucakraningrat itu, tidak dijelaskan. Apakah dalam bentuk cahaya, angin, atau bisikan, tidak dijelaskan. Namun, siapa yang mendapatkannya, dialah yang akan jadi,” ujar Rais, biasa disapa, Sabtu (22/5/2021).

Kendati demikian, jelas dia, ada syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang yang akan mencari Wahyucakraningrat itu.

Tahan terhadap godaan adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi.

“Misalnya saja godaan perempuan cantik. Ketika tergoda maka Wahyucakraningrat itu akan keluar. Dari sana lah selanjutnya mungkin ada istilah Andaru atau ada juga yang nyebutnya Pulung,” ucapnya.

Dari kisah itu, jelas dia, masyarakat di sejumlah daerah kemudian menerapkannya dalam setiap ada Pemilihan calon pemimpin, tak terkecuali di Majalengka.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved