Mengenal Grebeg Syawal, Tradisi Keraton Kanoman Cirebon di Hari Kedelapan Idulfitri
Iring-iringan keluarga keraton tersebut terlihat dipimpin langsung oleh Patih Keraton Kanoman, Pangeran Patih Raja M Qodiran.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Rombongan keluarga Keraton Kanoman tampak mendatangi kompleks makam Sunan Gunung Jati di Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Kamis (20/5/2021) pagi.
//
Iring-iringan keluarga keraton tersebut terlihat dipimpin langsung oleh Patih Keraton Kanoman, Pangeran Patih Raja M Qodiran.
Rombongan tersebut tengah melaksanakan tradisi Grebeg Syawal yang rutin dilaksanakan di hari kedelapan Idulfitri.
Tradisi itu merupakan ziarah kubur dari keluarga besar dan kerabat Keraton Kanoman untuk mendoakan para leluhur.
"Grebeg Syawal ini sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Allah SWT," ujar M Qodiran saat ditemui usai kegiatan.
Baca juga: Tradisi Rebo Wekasan di Keraton Kanoman Cirebon Digelar Terbatas
Ia mengatakan, tradisi itupun sebagai bentuknrasa syukur setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadan.
Selain itu, menurut dia, sebelum menggelar Grebeg Syawal keluarga besar Keraton Kanoman melaksanakan puasa sunah enam hari setelah Idulfitri.
"Alhamdulillah, setelah diberikan kelancaran dalam melaksanakan puasa ramadan dan syawalan, kami menggelar Grebeg Syawal ini," kata M Qodiran.
Karenanya, tradisi yang digelar sejak beberapa abad lalu tersebut juga selalu dilaksanakan di hari kedelapan Idulfitri.
Dalam kesempatan itu, mereka tampak masuk melalui pintu utama kemudian naik ke puncak Gunung Sembung yang merupakan lokasi makam Sunan Gunung Jati.
Qodiran bersama keluarga Keraton Kanoman melewati Lawang Pitu atau pintu tujuh untuk menuju ruangan dalam makam Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.
Adapun nama ketujuh pintu yang dilewati rombongan keluarga Keraton Kanoman di antaranya, pintu Pasujudan, pintu Ratna Komala, pintu Jinem, pintu Rararoga, pintu Kaca, pintu Bacem, dan pintu
Teratai.
Bahkan, sejumlah warga tampak memanfaatkan dibukanya lawang pitu dan menggelar doa bersama persis di depannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/keluarga-keraton-kanoman-melaksanakan-tradisi-grebeg-syawal-di-kompleks-makam-sunan-gunung-jati.jpg)