Breaking News:

53 Pemudik dan Wisatawan di Jawa Barat Positif Covid-19 Hasil Rapid Test Antigen

50 orangnya adalah dari hasil razia di titik-titik pe yekatan di Jabat, sedangkan 3 lainnya adalah pengunjung tempat wisata di Jabar.

Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
Pemeriksaan rapid test antigen di Objek wisata di Wilayah Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Sabtu (15/5/2021) 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan dari sekitar 6.000 orang yang menjalani rapid test antigen secara acak selama masa peniadaan mudik lebaran, sebanyak 53 orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19.

Gubernur mengatakan dari angka tersebut, 50 orangnya adalah dari hasil razia di titik-titik pe yekatan di Jabat, sedangkan 3 lainnya adalah pengunjung tempat wisata di Jabar.

"Pemudik dan wisatawan yang dites itu sektar 6.000-an, 53 positif Covid-19, hampir satu prsen kurang lebih. Ini sudah sangat terkendali kalau 1 persen ya, makanya saya bilang kepada 99 persen warga jabar yang taat tetima kasih," katanya di Gedung Sate, Senin (17/5).

Baca juga: Wisatawan Waduk Darma Kuningan Reaktif Covid-19, Calon Pengunjung Dipaksa Putar Balik

Baca juga: Siska Janda Anak Lima Nekat Mangkal Mencari Pria Hidung Belang Saat Momen Lebaran demi Ekonomi

Pelaku perjalanan dan wisatawan yang positif ini, katanua, sudah ditindaklanjuti dengan isolasi mandiri.

Adanya warga yang positif Covid-19, katanya, menunjukkan bahwa kekhawatiran peredaran orang yang positif Covid-19 memang ada.

"Kemudian ada 1.700 orang dikarantina. Bahwa pada saat edukasi masih lolos, penyekatan masih lolos, prosedur di karantina lima hari kita lakukan. Tercatat ribuan pemudik dikarantina di kampungnya masing-masing," katanya.

Terkait penutupan pariwisata selama durasi libur lebaran, katanya, dilakukan selama berada di zona oranye dna zona merah.

Namun demikain, zonasi tersebut berdasarkan zonasibtingkat desa, bukan kabupaten atau kota.

"Tapi ingat, merah oranye itu tidak berbasiss kabupaten, tapi berbasis PPKM mikro. Bisa aja misal di KBB oranye, tapi di titik di Maribaya itu hijau. Untuk mengendalikan ekonomi kita harus proporsional," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved