Breaking News:

Mitos Kuat di Lokasi Wisata Alam Woodland Kuningan, Pengunjung Datang Sering Ritual Kecantikan

Di antara lokasi wisata alam di Kuningan ternyata masih ada yang memiliki nilai spiritual yang dirasakan pengunjung.

Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Lokasi wisata Woodland di Desa Setianegara Kecamatan Cilimus Kuningan Jawa Barat, Jumat (14/5/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN -  Di antara lokasi wisata alam di Kuningan ternyata masih ada yang memiliki nilai spiritual yang dirasakan pengunjung.

Akibatnya, tidak sedikit pengunjung yang datang dibarengi paranormal untuk melakukan ritual pengasihan termasuk untuk menambah kecantikan yang menggunakan media air di lokasi wisata tersebut.

Salah satu media air yang ada di lokasi wisata alam itu adalah mata air alam yang dikenal dengan sebutan mata air kangoraan.

Baca juga: Mitos Pohon Nagasari di Makam Syekh Alimuddin Awalnya Merupakan Naga, Dipercaya untuk Keselamatan

Baca juga: INI Mitos-mitos di Rumah Rumah Adat Panjalin Majalengka, Kalau Dilakukan Bisa Bikin Hidup Tak Tenang

Mata air ini berada di lokasi wisata alam Woodland di Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kuningan Jawa Barat.

Pengelola wisata alam Woodland, Zeni menyebut lokasi wisata Woodland ini merupakan wisata alam terbuka yang memiliki mata air yang bikin awet muda.

“Betul di sini ada mata air yang dikenal warga dengan sebutan mata air kangoraan, konon kandungan air ini bisa bikin awet muda dan kecantikan juga,” ungkap Zeni kepada Tribuncirebon.com, Jumat (14/5/2021).

Lokasi wisata Woodland di Desa Setianegara Kecamatan Cilimus Kuningan Jawa Barat, Jumat (14/5/2021).
Lokasi wisata Woodland di Desa Setianegara Kecamatan Cilimus Kuningan Jawa Barat, Jumat (14/5/2021). (Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)

Zeni mengatakan tidak sedikit para pengunjung datang yang senggaja membawa paranormal melakukan ritual untuk mewujudkan keinginannya.

Sehingga kerap ditemukan sisa-sisa upacara ritual yang dilakukan pengunjung, seperti dupa, cerutu dan pembakaran kemenyan, serta bunga warna-warni. 

“Kisahnya begini, sewaktu karyawan kami hendak melakukan bersih-bersih di area wisata, ditemukan sisa ritual seperti cerutu, kemenyan, dupa dan kembang beda warna. Kejadian ini bukan satu dua kali, melainkan lebih dari sekali dan kemungkinan besar dilakukan pengunjung,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved