Hari Raya Idul Fitri 2021
Tips dan Cara Aman Merayakan Lebaran di Tengah Suasana Pandemi Covid-19
Pada tahun ini, umat Muslim merayakan Hari Raya Idulfitri masih di tengah pandemi Covid-19.
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pada tahun ini, umat Muslim merayakan Hari Raya Idulfitri masih di tengah pandemi Covid-19. Karena itu, pemerintah seperti tahun lalu juga mengeluarkan larangan mudik.
Larangan mudik ini sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19.
Corona virus masih melanda di sejumlah negara, terlebih di India yang saat ini sedang mengalami tsunami Covid-19.
Belum lagi, adanya temuan mutasi baru Corona virus.
Untuk itu, bagi umat Muslim perlu kiranya tetap menjaga protokol kesehatan agar tetap aman merayakan hari raya Idulfitri di tengah pandemi ini.
Dikutip dari Kompas.Com, Idul Fitri 1422 Hijriah ini masih kita rayakan dalam situasi pandemi.
Karena itu, kita belum bisa bebas menemui sanak saudara untuk berlebaran bersama.
Meski terkesan berat, hal itu harus kita lakukan agar pandemi Covid-19 segera berakhir.
Selain itu, kita juga tetap harus menegakan protokol kesehatan ketika menjalani sholat Ied.
Demi mencegah infeksi virus Corona, berikut panduan ibadah Idul Ftri 1442 Hijriah dari Kementerian kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia:
1. Pembatasan jumlah jamaah sholat Idul Fitri
Menurut panduan Kemenkes, ibadah di masjid atau mushola hanya bisa dihadiri maksimal 50 persen dari kapasitas.
Pelaksanaan ibadah pun harus tetap menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun minimal 20 detik, dan menjaga jarak minimal satu meter.
Semua jamaah pun diwajibkan membawa sajadah dan alat sholat masing-masing.
Selain itu, petugas dan pengelola masjid wajib menunjuk petugas khusus yang memastikan seluruh jamaah telah menerapkan protokol kesehatan.