Mudik 2021
Cerita Dua Mahasiswi Mudik Naik Turun Angkot dari Bandung ke Majalengka, Bebas Penyekatan Polisi
Mahasiswa asal Kabupaten Majalengka yang kuliah di Bandung ini dengan cerdiknya berhasil mudik tanpa diperiksa petugas.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Mudik sudah menjadi tradisi yang melekat jelang lebaran Idulfitri bagi masyarakat di Indonesia.
Namun sudah dua tahun terakhir pemerintah melarang masyarakat untuk mudik ditengah masa pandemi Covid-19.
Meski begitu tidak sedikit masyarakat yang tetap mudik dengan melakukan berbagai cara guna mengelabui petugas yang berjaga menghalau para pemudik di wilayah perbatasan daerah.
Seperti yang dilakukan Jeane Lutfia (24) dan Rayhan (25).
Mahasiswa asal Kabupaten Majalengka yang kuliah di Bandung ini dengan cerdiknya berhasil mudik tanpa diperiksa petugas.
Baca juga: Satu Keluarga Mudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Berhari-hari di Jalan Hanya Bawa Uang Segini
Baca juga: Mobil Ditutup Terpal Melintasi Perbatasan Majalengka-Sumedang Diciduk Petugas, Ternyata Bawa Pemudik
Kepada wartawan, keduanya mengaku bisa mudik dengan cara naik turun angkutan kota (angkot) dari Bandung hingga akhirnya sampai di Kadipaten, Majalengka.
Meski cukup merepotkan, namun upaya itu berhasil membuat Jeane dan Rayhan tiba di kampung halamannya.
"Iya ini mudik. Caranya biar sampai Majalengka kita naik angkot dari Bandung," ujar Jeane saat diwawancarai ketika menunggu jemputan keluarga di wilayah Kadipaten, Jumat (7/5/2021).
Jeane menceritakan, dari Bandung Ia berangkat menggunakan angkot dari Terminal Cibiru menuju Jatinangor.
Setibanya di Jatinangor Jeane dan Rayhan berpindah ke angkot lain tujuan Sumedang Kota.

"Dari Bandung naik angkot dari Cibiru sampai Jatinangor. Terus setelah itu kita lanjut naik angkot lagi dari Jatinangor ke arah Sumedang Kota, terus turun dan naik angkot lagi sampai ke Kadipaten ini," ucapnya.
Selama perjalanan Jeane dan Rayhan memang sempat diperiksa oleh petugas di wilayah perbatasan.
Namun berbekal surat hasil pemeriksaan Covid-19 dan tidak membawa barang bawaan, keduanya berhasil lolos dari pemeriksaan petugas.
"Emang sih ada penyekatan tapi kita bawa hasil rapid kan, terus juga kita ga bawa banyak barang, jadi kelihatannya bukan pemudik. Kalau keliatan pemudik kan pasti dicegat dan ga boleh mudik," jelas dia.