Kepala Suku di Kabupaten Puncak Papua Turun Gunung Hadapi KKB Papua, Diancam Ditembak Tapi Tak Takut

Abelom Kogoya selaku kepala suku turun tangan langsung mengimbau masyarakat tak takut dan terprovokasi atas ulah KKB yang kian meresahkan.

Editor: Machmud Mubarok
Facebook/TPNPB
Daftar Korban Dalam Perburuan KKB Papua Setahun Terakhir 

TRIBUNCIREBON.COM - Kepala suku di Kabupaten Puncak, Papua turun tangan hadapi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Abelom Kogoya selaku kepala suku turun tangan langsung mengimbau masyarakat tak takut dan terprovokasi atas ulah KKB yang kian meresahkan.

Hal itu disampaikan Abelom saat ditemui Tim Satgas Binmas Noken Polri di Kiamak, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: INI Doa Malam Lailatul Qadar Sesuai yang Diajarkan Rasulullah SAW, Nanti Malam Ganjil ke-25 Ramadan

Baca juga: KKB Papua Mulai Terpecah Belah, Anggotanya Tak Kuat Menahan Derita, Ampun-ampunan MInta ke NKRI Lagi

Pada kesempatan itu, Abelom juga mengaku sempat diancam akan ditembak oleh KKB pimpinan Numbuk Telenggen.

Namun hal itu tak menciutkan nyalinya.

Aksi Teror KKB di Kabupaten Puncak

KKB terus melakukan aksi teror di Kabupaten Puncak dalam sebulan terakhir.

Terakhir, KKB membakar dan merusak sekolah dan puskesmas di Distrik Ilaga Utara, Minggu (2/5/2021).

KKB diduga melakukan pembakaran karena lokasi itu pernah dijadikan Pos Komando dan Taktis oleh aparat keamanan.

Pada 27 April 2021, KKB melakukan kontak tembak dengan aparat dan menewaskan seorang anggota Brimob, Bharatu I Komang Wira Natha.

Pada 25 April 2021, Kepala BIN Papa, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha gugur dalam kontak tembak dengan KKB.

Pada 15 April 2021, KKB menembak mati seorang pelajar SMA di Kabupaten Puncak bernama Ali Mom.

Pada 9 April 2021, KKB menembak mati seorang guru SMP bernama Yonathan Randen.

Penembakan guru ini terjadi sehari setelah KKB menembak guru bernama Oktavianus Rayo, pada 8 April 2021.

Ditetapkan Sebagai Teroris

Pemerintah menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai kelompok terorisme. Penetapan ini disampaikan oleh Menkopolhukam Prof Dr Mahfud Md di kantor Menkopolhukam, Jakarta, Kamis (29/4/2021) siang ini.

Menurut Mahfud, KKB Papua adalah gerakan separatisme yang melakukan cara-cara atau gerakan teror, sehingga masuk dalam Gerakan Terorisme.

"Gerakan mereka ini dilakukan oleh segelintir orang, namun cara-cara merupakan teror, sehingga pemerintah memutuskan memasukkan mereka sebagai gerakan teroris. Ini tidak dialamatkan ke seluruh warga Papua, tapi segelintir orang yang berbuat teror. Pemerintah akan menegakkan hukum agar teror ini bisa berhenti," kata Mahfud dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung Kompas TV.

Penetapan status KKB sebagai gerakan terorisme ini dipicu dengan tertembaknya Kepala BIN daerah Papua, Brigjen TNI Gusti Putu Danny Nugraha oleh KKB.

Sebelum itu, KKB pun melakukan sejumlah kekerasan, pembunuhan, penembakan terhadap warga dan tokoh-tokoh masyarat serta anggota TNI-Polri yang bertugas di Papua.

Baca juga: Tukang Ojek Tanpa Dosa Tewas Ditembak di Puncak Papua, Polisi Bilang Pelaku Penembakan adalah KKB

Kontak Senjata

Kontak tembak antara personel Satgas Nemangkawi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Maki, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua terjadi pada Selasa (27/4/2021).

Gerombolan KKB pimpinan Lekagak Telenggen itu akhirnya terdesak dan meninggalkan

Baku tembak tersebut dikabarkan berlangsung cukup lama.

Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal

Baca juga: TERJADI Baku Tembak di Kabupaten Puncak Papua, 1 Anggota Brimob Gugur, 5 Anggota KKB Mati

"Kontak senjata cukup panjang, dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore, sekitar 8 jam. Personel kami terus mengejar hingga jarak 1,6 kilometer," ujar Kamal, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (27/4/2021).

Ia memastikan, aparat keamanan akan tetap mengejar KKB yang terus melakukan aksi kriminal bersenjata dan telah membuat jatuhnya korban jiwa cukup banyak.

Menurut dia, kini KKB akan terus terdesak karena diyakini logistik mereka akan segera habis.

Kamal menyebut, saat proses evakuasi tiga personel Brimob yang terkena tembakan di lokasi kejadian, KKB sempat berusaha menembaki helikopter.

Baca juga: TNI-Polri Serbu Markas KKB di Kampung Maki, 5 KKB Tewas dan Sisanya Kabur

"Iya, mereka sempat tembak (helikopter), saya belum bisa pastikan kena atau tidak, tapi evakuasi akhirnya berhasil dilakukan," kata dia.

Seorang Brimob Gugur

Baku tembak antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali terjadi di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua, Selasa (27/4/2021) pagi.

Akibat baku tembak itu, lima anggota KKB tewas, satu aparat keamanan gugur, dan dua aparat lain mengalami luka-luka.

Lokasi baku tempat tersebut berada di sekitar markas KKB pimpinan Lekagak Telenggen di Kampung Maki.

Kapolda Papua, Irjen Mathius Fakhiri, mengatakan, satu anggota Brimob yang gugur itu adalah Bharada Komang. Dua anggota Brimob yang terluka bernama Ipda Naton Tonapa dan Bripka Moh Syaifudin.

Korban merupakan anggota Satgas Nemangkawi yang sebelumnya ditugaskan untuk mengidentifikasi keberadaan KKB.

"Ia ada kontak tembak tadi pagi. Tiga orang korban, satu meninggal Bharada Komang. Semua korban sudah dievakuasi ke Timika," ujarnya di Jayapura, Selasa.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal, mengatakan dalam insiden itu lima anggota KKB juga tewas terkena tembakan senjata aparat.

Identitas kelima anggota KKB pimpinan Lekagak Telenggen itu hingga belum diketahui secara jelas.

"Lima anggota kelompok kriminal bersenjata pimpinan Lekagak Telenggen di Kampung Maki, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, dinyatakan meninggal dunia akibat terkena tembakan," ujar Kamal, saat dikonfirmasi, Selasa malam.

Kamal mengatakan, aparat gabungan dari TNI dan Polri masih terus melakukan pengejaran terhadap KKB tersebut.

Saat terjadi kontak senjata itu, KKB pimpinan Lekagak Telenggen yang berlokasi di Kampung Maki, Distrik Gome, diketahui langsung kabur.

"Setelah personel gabungan memasuki lokasi kelompok kriminal bersenjata di Kampung Maki, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, terjadi kontak tembak yang mengakibatkan kelompok kriminal bersenjata mundur dan meninggalkan Kampung Maki," kata dia.

Seperti diketahui, aksi yang dilakukan KKB pimpinan Lekagak belakangan semakin beringas. Selama April 2021, tercatat tiga warga sipil tewas ditembak.

Dua aparat keamanan gugur, termasuk Kabinda Papua Mayjen TNI (Anumerta) I Gusti Putu Danny Karya Nugraha.

Kabinda Papua Gugur

Kabar duka datang dari Papua.

Kepala BIN Daerah Papua, Brigjen TNI Gusti Putu Danny Nugraha gugur ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Peristiwa penembakan itu terjadi di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (25/4/2021).

Hal ini dibenarkan oleh Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen Ignatius Yogo Triyono.

"Iya betul, gugur," ujar Yogo, saat dihubungi Kompas.com, Minggu.

Menurut dia, saat ini jenazah masih belum dapat dievakuasi.

"Jenazah masih di Beoga, ini masih kami monitor terus, rencana besok dievakuasi," kata dia.

Ignatius mengaku, belum mendapat informasi lengkap mengenai kronologis kejadian.

Jaringan komunikasi yang masih sangat minim membuat akses informasi dari Beoga sulit didapat. 

"Kejadiam sekitar 15.30 WIT, kami belum tahu (kejadian seperti apa) karena komunikasi masih terputus-putus, saya masih terima informasi awal.

Kami masih dalami karena komunikasi yang susah antara Beoga dengan Ilaga, Ilaga dengan sini (Jayapura)," kata Ignatius. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Minta Warga Tak Terprovokasi Ulah KKB, Kepala Suku di Puncak: TNI-Polri akan Jaga Keamanan Warga

Artikel ini telah tayang di TribunPalu.com dengan judul Kepala Suku Puncak Turun Tangan Hadapi KKB Papua, Sempat Diancam Tapi Nyali Tak Ciut, https://palu.tribunnews.com/2021/05/06/kepala-suku-puncak-turun-tangan-hadapi-kkb-papua-sempat-diancam-tapi-nyali-tak-ciut.

Editor: Muh Ruliansyah

Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved