Breaking News:

Bulan Sial Bagi Pengedar Narkoba di Indramayu, dalam Sebulan 10 Tersangka Diamankan, Satu Perempuan

Kasat Narkoba Polres Indramayu AKP Heri Nurcahyo mengatakan, dari sepuluh pengedar itu satu di antaranya adalah perempuan.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Konferensi pers pengungkapan kasus pengedar narkoba di Mapolres Indramayu, Kamis (6/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Bulan April 2021 menjadi bulan sial bagi para pengedar narkoba di Kabupaten Indramayu.

Tidak tanggung-tanggung, dalam sebulan, 10 tersangka langsung diamankan polisi.

Mereka adalah A (20) warga Kecamatan Losarang bersama pemasoknya berinisial U, U (34) warga Kecamatan Kandanghaur, D (21) warga Kecamatan Lelea, D (33) warga Kecamatan Juntinyuat, D (41) warga Kecamatan Cikedung.

Kemudian A (21) warga Kecamatan Losarang, S (37) warga Kecamatan Losarang, A warga Kecamatan Sukagumiwang, dan I (18) warga Kecamatan Lelea.

Kapolres Indramayu AKBP Hafidh Susilo Herlambang melalui Kasat Narkoba Polres Indramayu AKP Heri Nurcahyo mengatakan, dari sepuluh pengedar itu satu di antaranya adalah perempuan.

"Tersangka perempuan ini adalah pelayan kafe berinisial A (20) warga Kecamatan Losarang, statusnya perantara dan ditangkap pada saat akan transaksi narkotika jenis sabu pada pembeli," ujar dia saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Kamis (6/5/2021).

AKBP Hafidh S Herlambang mengatakan, secara keseluruhan, dari tangan para tersangka polisi berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat 29,3 gram.

Selain itu, ganja seberat 43,1 gram, sintetis seberat 39 gram, obat keras terbatas (OKT) sebanyak 1.360 butir, dan psikotropika sebanyak 194 butir.

Pada kesempatan itu, AKBP Hafidh S Herlambang menyampaikan, polisi juga berhasil menyita ribuan minuman keras atau miras selama bulan April 2021.

Baca juga: Apa Kabar Kompol Yuni yang Sempat Disebut Pesta Narkoba dengan 11 Polisi Lain? Ini Kabar Terakhirnya

Baca juga: Kepala Suku di Kabupaten Puncak Papua Turun Gunung Hadapi KKB Papua, Diancam Ditembak Tapi Tak Takut

Terdiri dari 3.900 botol miras berbagai merk, 1.300 liter tuak, dan 358 liter ciu.

Semua barang bukti dan tersangka kini diamankan sudah diamankan di Mapolres Indramayu.

"Kalau miras dari awal tahun 2021 yang kita sita sudah ada sekitar 17 ribu botol," ujar dia.

Sebelumnya juga Pemuda berinisial DAG (21), warga Desa Nunuk, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu diringkus polisi.

Ia diketahui menjadi pengedar obat sediaan farmasi tanpa izin edar.
Dari tangan pelaku, ribuan butir obat keras disita sebagai barang bukti.
Kejadian itu diketahui terjadi di kediaman pelaku pada Rabu (28/4/2021).
"Pelaku bersama barang buktinya sudah kita amankan di Mapolres untuk pemeriksaan," ujar Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang melalui Kasat Narkoba Polres Indramayu AKP Heri Nurcahyo kepada Tribuncirebon.com, Minggu (2/5/2021).
AKP Heri Nurcahyo mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat karena merasa resah dengan kegiatan transaksi obat keras yang dilakukan pelaku.
Polisi pun saat itu langsung bergerak. Diperjalanan, petugas juga menjumpai beberapa pembeli obat-obatan tersebut.
"Setelah diinterogasi mereka menerangkan kalau obat-obatan yang dibelinya dari DAG (pelaku)," ujar dia.
Berbekal keterangan tersebut, polisi langsung bergerak mendatangi rumah pelaku. Pelaku tidak berkutik saat digrebek polisi.
Dari lemari pakaiannya, ribuan butir obat keras ditemukan polisi.
AKP Heri Nurcahyo, polisi menemukan sebanyak 9 strip Alprazolam setiap strip berisi 10 tablet, 4 strip Merlopam perstrip berisi 10 tablet, 3 strip Riklona persetripnya berisi 10 tablet.
Selanjutnya, 1 strip Riklona berisi 8 tablet, 1 strip Prohiper per strip berisi 10 tablet, 1 strip Prohiper berisi 6 tablet, 1 strip Dumolid berisi 10 tablet, 136 strip Tramadol HCl per strip berisi 10 tablet.
"Jumlah total keseluruhan 1.554 butir. Kita juga menyita, 4 pack plastik klip warna bening, 2 pack kertas papir, 24 lembar stiker RC, serta 1 unit timbangan digital warna silver dan sebuah Handphone," ujar dia.
Lanjut AKP Heri Nurcahyo, sampai saat ini kasus tersebut masih terus didalami polisi.
Keterangan sementara yang didapat dari pelaku, obat-obatan itu ia dapatkan dengan cara membeli di media sosial.
"Karena perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 196 jo 197 Undang -Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun," ujar dia.
 
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved