Breaking News:

Ramadan

Malam Nuzulul Quran Jatuh Hari Ini, Berikut Ini Bacaan Doa Nuzulul Quran Jangan Lupa Amalkan

Seperti diketahui, Nuzulul Quran merupakan malam diturunkannya Alquran pertama kali yang terjadi pada hari ke 17 Ramadhan.

Editor: Mumu Mujahidin
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
i'tikaf dengan membaca ayat suci Alquran di Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (13/7) malam. Malam Nuzulul Quran Jatuh Hari Ini, Berikut Ini Bacaan Doa Nuzulul Quran Jangan Lupa Amalkan 

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al Alaq: 1-5).

Namun demikian, muncul perbedaan mengenai waktu pertama kali turunnya wahyu dari langit ke bumi kepada Rasulullah SAW.

Sebagian ulama berpendapat, turunnya wahyu Alquran ke bumi tetap merujuk pada malam Lailatul Qadar.

Sebagian ada yang mengatakan pada 17 Ramadhan.

Di Indonesia, pada 17 Ramadan inilah yang biasa di peringati dengan Nuzulul Quran.

Namun di negera lain seperti di Mesir, peringatan Nuzulul Quran terjadi pada 27 Ramadhan.

"Yang di Indonesia yang diperingati adalah malam ketika pertama Rasulullah SAW mendapatkan wahyu."

"Sementara di negara-negara lain seperti di Mesir, ambilnya malam 27 Ramadhan."

"ini merujuk pada sebuah hadits yang menyebutkan malam Lailatul Qadar adalah malam turunnya Al-Quran terjadi pada malam 27 Ramadhan," terangnya.

"Jadi perbedaan-perbedaan ini karena sudut pandangnya berbeda." tambahnya.

Dalam kisah turunnya wahyu pertama, saat itu Rasulullah SAW menginjak usia 40 tahun.

Pada suatu malam, Rasulullah gelisah melihat masyarakat Mekkah karena saat itu banyak yang membuat patung untuk disembah sebagai Tuhan.

Maka, Nabi pun bergegas menuju ke Gua Hira untuk melakukan perenungan, berfikir, memohon petunjuk dan pertolongan dari Allah SWT.

Hingga pada malam 17 Ramadan, turunlah Jibril dalam bentuk pemuda yang gagah, menghampiri Nabi Mihammad SAW dan menyampaikan wahyu pertama.

Baca juga: Babi Ngepet di Depok Ditangkap 8 Orang dengan Cara Telanjang Bulat, Warga Curiga Orang-orang Ini

Baca juga: Minta Suami Ceraikan Istri Keempat, Pria di Lampung Bunuh Istri dengan Balok Lalu Dibuang ke Sumur

Bacaan Doa Nuzulul Quran

Berikut Doa Nuzulul Quran yang jatuh pada 17 Ramadan:

Allahummagfir Lii Wa Liwaalidayya Arhamhumaa Kamaa Robbayaanii Shoghiiroo

Artinya:

Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orangtuaku dan kasihanilah keduanya sebagaimana mereka mendidikku semenjak kecil.

Doa Nuzulul Quran dibaca ketika memperingati malam Nuzulul Quran.

Doa di atas mempunyai maksud untuk memohon dan meminta ampunan kepada Allah SWT atas semua kesalahan (dosa) diri kita sendiri maupun kedua orangtua kita.

Doa lainnya:

Allahumma Innaka 'aufuwwun Tuhibbul 'Afwa fa'fu'anni

Artinya:

Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku.

Bagaimana cara Nabi Muhammad SAW memperingati Nuzul Quran?

Penuturan sahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhu tentang apa yang beliau lakukan.

كَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ . رواه البخاري

“Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada setiap malam Ramadhan, dan selanjutnya ia membaca Al Quran bersamanya.” (Riwayat Al Bukhari)

Penulis: Ratih Fardiyah/Editor: Eko Darmoko/SURYAMALANG.COM.

Berita lain terkait Nuzulul Quran

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved