Persib Bandung

Persib Bandung Kalah di Final, Bobotoh Rusak Graha Persib, Komisaris PT PBB: Polisi yang Menangani

pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Termasuk perusakan yang dilakukan terhadap mobil milik kakak kiper

Editor: Machmud Mubarok
zoom-inlihat foto Persib Bandung Kalah di Final, Bobotoh Rusak Graha Persib, Komisaris PT PBB: Polisi yang Menangani
Istimewa
Tangkapan layar dari status di Instastory kiper Persib Aqil Savik mengenai tindakan vandalisme yang dilakukan puluhan oknum tak bertanggung jawab. Korban dari tindakan tidak terpuji itu adalah kakak dari Aqil.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG  - PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) belum bisa berkomentar banyak terkait aksi anarki yang terjadi di Graha Persib, Jalan Sulanjana No 17, Kota Bandung, Minggu (25/4/2021) malam.

Komisaris PT PBB, Kuswara S Taryono mengungkapkan, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Termasuk perusakan yang dilakukan terhadap mobil milik kakak kiper Persib, Aqil Savik.

"Saya belum dulu mau menjelaskan karena kami mau melakukan pengecekan dulu. Karena ini kan aparat kepolisian juga sudah melakukan langkah. Biarlah ini ranah kepolisian untuk melakukan itu," ujar Kuswara di Hotel Crowne Plaza, Senin (26/4).

Dia berharap, tindakan perusakan kepada mobil pelat B, pelemparan flare ke dalam Graha Persib tidak terjadi lagi di kemudian hari. Sebab kata dia, hal ini sudah menjadi masalah hukun.

"Pokoknya kami mengimbau harus mensyukuri apa yang sudah diraih oleh tim Persib Bandung. Ini penting karena apa, di depan mata ini kan kita berharap ada kompetisi yang diharapkan berjalan, baik itu liga 1 dan liga 2. Tentunya di sini perlu kepatuhan semua lini," katanya.

Baca juga: Farshad Noor Didepak Persib, Tak Moncer di Piala Menpora, Padahal Sudah Diberi Banyak Kesempatan

Sementara itu, Aqil menceritakan kronologi perusakan mobil milik kakaknya. Aqil menuturkan, kala itu dia baru saja sampai hotel setelah pertandingan melawan Persija. Namun tiba-tiba ada pesan masuk dari sang kakak bahwa mobil yang sedang dikendarainya dirusak oleh orang tak dikenal.

"Awalnya sedih karena harus kalah, siapa yang mau lihat tim rival angkat piala di depan mata. Pas lihat chat itu nambah emosi, campur aduk. Jadi ya awal-awal saya kurang bisa kontrol emosi. Sangat menyayangkan apalagi sama orang ga bertanggung jawab. Seharusnya sepak bola Indonesia bisa lebih dewasa," ujar Aqil di Hotel Crowne Plaza, Bandung, Senin (26/2/2021).

Aqil mengungkapkan, kejadian pengerusakan mobil yang sedang dikendarai oleh kakaknya terjadi di daerah Dago atau tepatnya Dipa Junction. Ketika itu, sang kakak sedang menyetir sendiri hingga akhirnya didatangi oleh puluhan orang dan merusak mobil.

Namun saat ini, kondisi kakaknya sudah mulai membaik. Meskipun diakuinya masih ada trauma karena kejadian itu benar-benar mengerikan.

"Sudah baik, tapi masih trauma digrombolin, diteriakin, dimaki-maki. Saya juga ngalamin kita nabrak nyerempet aja deg-degan," ucapnya.

Adapun kerusakan yang terjadi, Aqil menyebut beberapa bagian mobilnya lecet dan terdapat coretan di kaca depan dan kap.

"Diliat dari video ke Aqil, lempar-lempar, kaca dipilokin ditulisin, kepentok, mobil bagian belakang sempet nabrak karena kaget ngerem," ucapnya.

Aqil pun telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Saat ini lanjut dia, keluarga sedang menunggu proses. Dia berharap, kejadian ini merupakan yang terakhir. Jangan sampai kata Aqil Liga 1 gagal terlaksana karena hal seperti ini.

"Mungkin sangat disayangkan. Semoga ini yg terakhir ke depannya jangan ada lagi. Sangat disayangkan apalagi kita lama vakum, satu tahun ga main. Dan laga kemarin itu laga uji coba untuk liga 1," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved