TEGA, Makanan Bekas Banjir & Tak Layak Konsumsi Kok Dijual Lagi? Berasal dari Minimarket di Bekasi
Headline Tribun Jabar Hari Ini menyajikan penggerebekan minimarket yang menjual barang bekas banjir.
Tiga Ruangan
Gudang yang disewa DH di Jalan Moch Toha dibagi menjadi tiga ruangan. Makanan dan minuman bekas banjir dijajakan di ruang bagian tengah. Barang-barang ini sudah dalam keadaan bersih, dan disimpan di puluhan keranjang, dipisah tergantung jenis barangnya.
Di ruangan ini minuman-minuman kemasan berbagai merek yang sudah dibersihkan juga ditata rapi. Sebagian besar air mineral dalam kemasan.
Berbeda dengan di ruangan tengah, ruangan paling belakang dipakai untuk menyimpan makanan dan minuman kemasan yang masih kotor berlumpur. Di ruangan ini pula barang-barang itu disortir, dibersihkan, dan dikeringkan, sebelum kemudian dibawa ke ruang tengah untuk dijual.
Ruangan paling depan digunakan sebagai ruangan kasir. Di ruang ini juga dijual beragam produk seperti pakaian dan sepatu. Di ruang ini juga terdapat aneka mainan anak-anak.
Pembeli Datang Bawa Mobil Boks
Gudang sewaan yang digunakan DH untuk menampung, menyortir, dan menjual aneka produk makanan dan minuman bekas kebanjiran di Jalan Moc Toha, ditandai spanduk besar bertuliskan Minimarket C-Mart.
Dari sini saja sebenarnya sudah tak lazim. Sebab, minimarket biasanya berada di tepi jalan raya atau di kommpleks perumahan warga, bukan di kompleks pergudangan yang jauh dari permukiman.
Sobandi (48), petugas di kompleks pergudangan ini mengaku kerap melihat orang-orang yang datang membawa truk ke gudang yang disewa DH.
"Kalau ada yang datang ke gudang itu, katanya mau beli barang di grosir, harganya katanya murah. Saya sendiri enggak tahu karena belum ngecek ke dalam," ujarnya saat ditemui di kompleks pergudangan di mana gudang yang disewa DH berada di Jalan Moch Toha, kemarin.
Ia mengaku, tak pernah menyangka bahwa gudang yang disewa DH ternyata dipakai untuk menyimpan dan menjual makanan dan minuman yang sempat terkema banjir.
"Kaget pas polisi menggerebek, saat masuk ternyata banyak makanan yang kemasannya sudah kotor," ucap Sobandi.
Sobandi mengaku tidak banyak warga di sekitar gudang yang berbelanja di C Mart.
"Setahu dan seingat saya mah sedikit yang belanja ke sana. Yang sering saya lihat, saya tanya, mereka datang dari luar kawasan sini, mereka bawa kendaraan pribadi dan mobil boks, katanya beli barang di grosir," ucap dia.
Ia juga mengatakan, kebanyakan pembeli yang ia tanya mengaku tahu tempat itu dari media sosial.
"Katanya sih tahu dari whatsapp, itu saja paling yang saya tahu," kata Sobandi. (mega nugraha)
Headline Tribun Jabar hari ini lainnya bisa dilihat di sini.