Rumah Hancur Disambar Petir Sebelum Waktu Buka Puasa, Keluarga Luka-luka Terkena Pecahan Kaca
Kusen juga hancur. Gelas dan pirring pun hancur. Peralatan elektronik seperti TV, kulkas, HP, magic com hingga meteran listrik gosong terbakar.
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani
TRIBUNCIREBON.COM, CIAMIS – Hanya lima menit menjelang waktu berbuka puasa Kamis (15/4) petang sekitar pukul 17.45 WIB rumah Oman Rohman (51) di Blok Pasir Dusun Bangunsirna Rt 01 RW 12 Desa Sukamaju Kecamatan Baregbeg Ciamis tersambar petir.
Oman yang sehari-hari bekerja sebagai peternak jangkrik tersebut selamat. Tetapi isteri dan seorang anaknya mengalami luka-luka karena serpihan kaca.
Atap genteng berhamburan, plafon bolong-blong. Kaca jendela dan, pintu pecah porak poranda.
Kusen juga hancur. Gelas dan pirring pun hancur. Peralatan elektronik seperti TV, kulkas, HP, magic com hingga meteran listrik gosong terbakar.
Hidangan untuk berbuka puasa yang sudah disiapkan berantakan.Termasuk tajil, kolak, rujak dan teh manis tumpah tidak karu-karuan. Berikut nasi dan lauk pauknya.
Baca juga: Petir Menyambar Rumah 5 Menit Sebelum Berbuka Puasa, Rumah Porak Poranda, Hidangan Berhamburan
Baca juga: Ahok Jadi Menteri Investasi Mulai Hari Ini? Berikut Daftar Menteri yang Layak Diganti
“Saya sudah siapkan teh manis dalam gelas untuk berbuka, tinggal menunggu es. Tapi tiba-tiba datang petir, kabentar gelap tak disangka-sangka. Isi rumah porak poranda. Tajil untuk berbukapun berantakan,” ujar Ny Iim Siti Rohimah (41), isteri Oman, kepada Tribun Jumat (16/4).
Sambaran petir tidak hanya telah membuat rumah dan segala isinya berantakan.
Listrik padam pun, suasana gelap. Ny Iim mengaku syok, berteriak-teriak minta tolong tetapi suara tidak kunjung keluar.
“Badan terasa lemas tidak bertenaga, tapi tidak sampai pingsan. Ada luka kena kaca di muka, tapi yang banya di punggung kena pecahan kaca,” katanya.
Karena masih syok, Iim tidak mengetahui kalau beduk waktu magrib.
Beberapa saat kemudian banyak warga yang berdatangan. Ada yang bawa air putih dan makanan untuk berbuka.
“Ada tetangga bawa air putih dalam gelas untuk berbuka. Yang penting berbuka dulu. Teh manisnya entah dimana, sudah berantakan kena petir,” ujar Iim.
Waktu magrib pasca sambaran petir tersebut menurut Iim tidak hanya rumahnya saja yang gelap gulita karena padam listrik. Tetapi ada lima rumah lainnya.
Dan rumah Agus, tetangga persis Iim, tidak hanya mati lampu, meteran listrik (token)nya juga gosong disambar petir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/lima-menit-jelang-beduk-magrib-petir-menyambar-hidangan-buka-puasa-berhamburan.jpg)