Rizieq Shihab Ungkap Kecewanya Pada Bima Arya di Persidangan: Padahal Kita Punya Hubungan Luar Biasa
Rizieq Shihab mempertanyakan sikap Wali Kota Bogor Bima Arya dalam menangani kasus swab test palsu RS Ummi Bogor.
TRIBUNCIREBON.COM - Rizieq Shihab singgung memiliki hubungan luar biasa dengan Wali Kota Bogoe Bima Arya.
Rizieq Shihab mempertanyakan sikap Wali Kota Bogor Bima Arya dalam menangangi kasus swab test palsu RS Ummi Bogor.
Rizieq Shihab menyayangkan Bima Arya tak menempuh cara kekeluargaan.
Padahal menurut Rizieq Shihab, Bima Arya memiliki banyak kenalan habib yang bisa menjembatani agar menggelar pertemuan.
Baca juga: Warga 3 Desa di Indramayu Mendadak Jadi Jutawan & Miliarder, Duit Ganti Rugi Proyek Pertamina Cair
Baca juga: Pembagian Grup Top 42 LIDA 2021, Lengkap Daftar Duta Provinsi yang Tersenggol di Top 56 dan Top 70
Habib Mahdi Assegaf sangat dekat dengan Anda, bahkan pendukung utama Anda pada saat pemilihan Wali Kota Bogor, dan saya yang merestui karena saya gurunya.
Artinya Anda punya orang yang dekat sama saya, kenapa ini tidak digunakan sebagai jembatan untuk bisa, 'Ayo kekeluargaan, biar bisa ketemu saya', 'Habib, ini harus gini, Habib'.
Jadi jangan langsung diambil kesimpulan saya akan menolak. Kita kan gak pernah ketemu, kenapa gak jalur kekeluargaan ?" kata Rizieq Shihab.

Rizieq Shihab kembali menyebut memiliki hubungan luar biasa dengan Bima Arya.
"Padahal kita punya hubungan luar biasa lho Pak Bima. Kita punya hubungan luar biasa dengan orang-orang Anda,
dan kita pernah ketemu di majelis taklim Habib Mahdi Assegaf.
Nah, kenapa persoalan ini hilang dari benak Anda saat itu? Pendekatan semacam kekeluargaan ini tidak dilakukan," ujar Rizieq Shihab.
Selain itu, kata Rizieq Shihab, ia juga mengenal KH Muhammad Husni Thamrin.
Rizieq mempertanyakan mengapa Bima Arya tidak meminta orang-orang yang ia kenal untuk menjembati pertemuan.

"Jadi artinya kenapa pintu-pintu ini tidak digunakan untuk kita bisa kekeluargaan? Kenapa enggak maksimal pendekatan kekeluargaan?" kata Rizieq dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021).
"Tadi Anda bilang Habib Hanif kooperatif, Habib Hanif baik sering ketemu ngobrol artinya pintu itu ada, siapa yang menghalangi Anda tidak melakukan kekeluargaan ini," lanjut Rizieq.
Melansir Kompas.com, adapun pada persidangan kali ini Bima Arya diminta untuk memberikan kesaksian terkait kasus yang menjerat Rizieq.
Rizieq juga mempertanyakan langsung mengambil tindakan hukum karena belum bisa mendapatkan hasil tes polymerase chain reaction (PCR) dirinya.
Padahal, kata dia, hasil tes tersebut bukan tidak diberikan tetapi memang belum selesai pemeriksaannya oleh Mer-C.
Ini yang saya tanyakan apa kok motivasinya kok bisa begitu cepat ini kan pembicaraan masih berlangsung antara pihak Anda sebagai wali kota ataupun sebagai Ketua Satgas Covid Kota Bogor itu pembicaraan sedang berlangsung," kata Riziq dalam sidang di PN Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021).
Baca juga: Salat Tarawih Super Kilat di Indramayu, 23 Rakaat Hanya 6 Menit, Ruku dan Sujud Cuma 1 Detik
Baca juga: Waduh, Saat Angkot Menyerempet Terrano, Pelat Bodi Luar Pintu Angkot Copot dan Lengket di Terrano
Rizieq menjelaskan, Rumah Sakit Ummi sudah mengatakan bahwa PCR sudah dilakukan dan masih menunggu hasilnya kurang lebih selama dua hari.
Namun, ia mempertanyakan mengapa Bima terburu-buru untuk melapor pada Polisi, mengingat bisa saja mengambil tindakan peringatan pada Rumah Sakit Ummi terlebih dahulu.
"Misalnya "kalau Anda tidak berikan hasil 2 X 24 jam saya tutup ini rumah sakit" atau "kalau Anda tidak memberikan hasil itu 2 x 24 jam laporan yang saya ingin kan saya denda 100 juta"," ujarnya.
"Kenapa Anda tidak setegas itu tapi justru yang terjadi rumah sakit Ummi sudah koperatif," lanjut dia
Rizieq yang juga merupakan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) ini juga menegaskan Rumah Sakit Ummi telah memberikan data yang sebenarnya pada Bima sebelum pelaporan dilakukan.
"Anda bilang tadi minta data yang sebenarnya, karena hasil PCR belum keluar. Dokter saya saja yang merawat saya saja belum berani menyatakan "Anda (positif) Covid-19". Dia masih memberikan indikasi," ucap dia.
Selain Rizieq, terdakwa lain dalam perkara ini adalah menantu Rizieq, Hanif Alatas, serta Direktur Utama Rumah Sakit Ummi Bogor Andi Tatat.
Dalam perkara ini, Rizieq didakwa menyiarkan berita bohong dalam kasus kontroversi tes swab di Rumah Sakit Ummi, Bogor.