Breaking News:

Ditemukan Obat Kedaluarsa di RSUD Indramayu, Dinkes Pastikan Tidak Sampai Diberikan ke Masyarakat

Kadinskes Indramayu Deden Bonni Koswara memastikan, temuan obat kedaluarsa di RSUD Indramayu tidak sampai diberikan kepada masyarakat yang berobat.

TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, Jumat (12/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara memastikan, temuan obat kedaluarsa di RSUD Indramayu tidak sampai diberikan kepada masyarakat yang berobat.

"Kalau diberikan kepada masyarakat tidak, karena pada saat pelayanan itu sudah dievaluasi lagi atau cek ulang saat pelayanan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di ruangannya, Jumat (9/4/2021).

Deden Bonni Koswara mengatakan, saat ini temuan tersebut sedang dalam pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca juga: Duh, Ada Temuan Obat Kedaluwarsa Rp 1,2 M di RSUD Indramayu, Dinkes Sebut karena Tak Patuhi SOP

Baca juga: Temuan Pembelian Obat Kedaluwarsa Rp 1,2 Miliar di RSUD Indramayu Didalami Kejaksaan dan Inspektorat

Mengingat, dalam laporan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Indramayu, obat kedaluarsa ini dibeli senilai Rp 1,2 miliar.

Dinkes Kabupaten Indramayu pun sekarang ini masih menunggu rekomendasi dari BPK soal temuan tersebut.

Disisi lain, disampaikan Deden Bonni Koswara, pihak RSUD Indramayu juga mengakui adanya obat kedaluarsa.

Obat itu mencakup banyak jenis obat yang ada di farmasi.

Lanjut dia, pihak rumah sakit mengaku, pengadaan obat itu dilakukan pada tahun 2019 dan 2020.

Pada waktu itu, obat tersebut masih layak untuk digunakan.

Hanya saja, karena sudah mendekati masa kedaluarsa, pihak rumah sakit tidak melakukan opname pengadaan dan pengeluaran obat sebagaimana yang sudah diatur dalam regulasi.

Hingga akhirnya, dalam Sidak kemarin, Bupati Indramayu menemukan adanya temuan tersebut.

"Kalau dilihat, ini karena ketidakpatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah dibuat," ujar dia.

"Sesuai tupoksi, kami akan melakukan pembinaan kepada rumah sakit pada saat pelaksanaan khususnya didalam pengadaan obat dan pengawasannya harus lebih diperketat lagi," lanjut Deden Bonni Koswara.

Baca juga: PREDIKSI Susunan Pemain Persija Vs Barito Putera, Lengkap Dengan Live Streaming Piala Menpora 2021

Baca juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadan 1442 H Indramayu, Lengkap Doa Kamilin & Doa Setelah Tarawih

Penulis: Handhika Rahman
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved