Breaking News:

Aa Umbara dan Anaknya Resmi Ditahan KPK Korupsi Bansos Covid-19, Emil: Ada Hengky Kurniawan di KBB

Menggunakan rompi tahanan KPK, mereka ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bansos Covid-19.

Editor: Mumu Mujahidin
Youtube KPK
Jumat keramat bagi Bupati Bandung Barat Aa Umbara dan anaknya Adri Wibawa. KPK tahan Aa Umbara dan anaknya 20 hari. 

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan sementara akan mem-back up tugas Aa Umbara yang tengah menjalani proses hukum.

"Kepada ASN dan masyarakat di KBB tetap tenang. Sistem politik pemerintahan di Indonesia sudah ada back up, sehingga tidak mengurangi pelayanan publik dan pengambilan keputusan," kata Kang Emil di Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jumat (2/4).

Mengenai penunjukkan Pelaksana Tugas Bupati Bandung Barat secara definitif, Kang Emil mengatakan belum bisa ditentukan karena masih menunggu keputusan pengadilan.

Baca juga: Gus Baha Sebut Anak adalah Cerminan Orang Tua: Anak Minta Uang Banyak, Itu Cerminan Orang Tua Rakus

Baca juga: Penderita Diabetes Bisa Jalani Puasa Ramadan, Ikuti Panduan Ini Agar Gula Darah Tetap Terkendali

"Plt biasanya wakil, tapi tidak bisa definitif sebelum ada keputusan. Jadi kita harus ada azas praduga tak bersalah ya," katanya

Kang Emil mengatakan kepala daerah yang lainnya diminta tetap fokus kepada manajemen untuk mensukseskan pemulihan ekonomi dan pandemi Covid-19.

"Jangan tergoda dan ikut-ikutan turun ke teknis yang di mana ada anggaran-anggaran yang nanti akhirnya terpeleset dan akhirnya salah keputusan, itu yang terjadi. Harusnya fokus di tataran kebijakan saja, pada saat terlalu ke teknis, maka di situlah terjadi satu atau dua pelanggaran," katanya.

Kang Emil mengatakan sangat prihatin dan sedih karena ada pejabat negara yang tersandung kasus bantuan sosial Covid-19, yakni Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna yang ditetapkan tersangka oleh KPK.

Kang Emil ini mengatakan kasus dugaan korupsi bantuan sosial tersebut melukai hati masyarakat dan pemerintah yang tengah kompak menangani pandemi Covid-19 beserta dampak-dampaknya.

"Kasusnya karena terkait bansos juga, menurut saya sedikit melukai hati kami yang sedang berjuang membereskan Covid-19 ya," kata Kang Emil.

Kang Emil mengatakan dirinya sangat sedih dan prihatin karena beberapa minggu lalu 27 kepala daerah di Jabar menandatangani komitmen pemberantasan korupsi bersama KPK di Kabupaten Bandung Barat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved