Rel Kereta Cepat KCIC Bandung-Jakarta Segera Dipasang, Panjang Per Batangnya Capai 50 Meter
Kini PT Kereta Cepat Indonesia China ( KCIC) mulai mengangkut rel untuk kereta cepat Bandung-Jakarta
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kini PT Kereta Cepat Indonesia China ( KCIC) mulai mengangkut rel untuk kereta cepat Bandung-Jakarta, panjangnya satu batang mencapai 50 meter diangkut dengan kereta api dan akan segera dipasang.
GM Material equpment PT KCIC, Jarot Ari Wibowi, memaparkan pada tahapan sekarang ini, KCIC melakukan angkutan perdana rel panjang 50 meter dari Cilacap menuju Depo Tegalluar.
"Tahapan pertama yang sudah jauh hari dilakukan (sebelum pengangkutan rel), adalah melakukan ujicoba trek tersebut antara Cilacap menuju Rancaekek, itu sudah dilakukan pada bulan November 2020, dan hasilnya sudah direkomendasikan untuk dilalui," ujar Jarot, di Depo Tegalluar, Bojongsoang, Rabu (7/4/2021).
Baca juga: TERNYATA Rumah Keluarga Aa Umbara di Lembang dan 4 Tempat Lainnya Kembali Digeledah KPK, Kemarin
Baca juga: Jadwal Pencairan THR atau Gaji ke 13 bagi PNS, Ini Besaran yang akan Diterima PNS Sesuai Jabatannya
Baca juga: Razia di Kota Tasik, Petugas Gabungan Tangkap Basah 18 Pasangan Bukan Muhrim dari Hotel dan Kosan
Jarot memaparkan, selanjutnya membuat jalur pintas sementara antara Stasiun Rancaekek ke Tegalluar ini sudah diselesaikan, pengerjaannya dari Desember sampai akhir Maret, jadi sudah bisa diujicobakan.
"Rel yang akan diangkut dari Cilacap ini sebanyak 12.500 batang atau sekitar 32700 ton, jadi satu relnya itu 3 ton," kata Jarot.
Jarot mengungapkan, yang menarik adalah ini pertama rel diangkut di Indonesia dan keistimewaan dalam pengangkutan ini, rel ini dijepit hanya ditengah.
"Dengan pengangkutan kereta api, itu bisa mengikuti kontur jalur kereta api, jadi sebelah kiri kanan itu bebas bergerak. Ini pertama kali dilakulan," kata Jarot.
Menurut Jarot, sekali angkut dengan menggunakan kereta api ini bisa mengangkut 60 batang rel, atau 180 ton.
Kini sudah terdapat 60 batang rel yang ada di Depo Tegalluar, merupakan hali pengangkutan yang pertama.
"Jadi kami perkirakan jumlah stok yang harus kita selesaikan bisa tuntas di akhir agustus 2021.
Jarot menjelaskan, untuk melakukan ujicoba memodifikasi dari angkutannya itu sendiri, sehingga rel panjang 50 ini benar benar aman dan secara teknis tidak merubah bentuk rel itu sendiri.
"Jadi sampai di sini seperti saat ada di China, diloading di China unloading di sini persis seperti ada di sana tak berubah bentuk," katanya.
Untuk pengangkutan dari China ke Indonesia sendiri menggunakan jalaur laut.
Jarot Memaparkan, satu rel yang panjangnya 50 meter, nantinya akan disambung menjadi 500 meter.
"Rel yang panjangny 500 meter ini dipasang sekaligus karena ini kereta kecepatan tinggi, maka dibutuhkan tipe untuk kecepatan tinggi. Jadi dengan 12500 batang itu akan membuat 2 jalur kiri kanan antara tegal luar ke Halim Jakarta yang jaraknya sekitar 142 km," ujarnya.
Menurut Jarot, rel yang digunakan, yakni rel R 60, termasuk rel yang besar karena mempertimbangkan aspek -aspek keslamatan kenyamanan.
"Sebab didesain untuk kereta berkecepatan 350 km perjam, walaupun sebenarnya bisa dilalui sampai 400 km perjm, tapi karena situasi desain daripada jalur ini sendiri memungkinkan hanya 360 per jam, mempertimbangkan masalah keamanan dan kenyamanan," kata Jarot.
Jarot mengungkapkan, R 60 ini baru pertama kali dipasang di Indonesia, sebab ini untuk kecepatan tinggi yang ada di Indonesia, sekarang baru menengah ke bawah lebih kecil. Selain itu rel yang biasa panjangnya hanya 25 meter.
"Jakarta Bandung atau Halim ke Tegalluar ini kan jaraknya 142, kami perkirakan 34 sampai 44 menit (jika ditempuh dengan kereta api cepat)," katanya.
Setelah pemasangan rel, kata Jarot, masih banyak yang harus dikerjakan, seperti pemasangan power, kelistrikan, alat komunikasi, terkait sound barier untuk pelindung dari kebisingan dan fitur lain seperti anti gempa.
"Jadi ketika ada bencana alam dia menginformasikan hal yang akan terjadi, jadi bisa diprediksi lebih awal.
Menurut Jarot, sampai bulan lalu pengerjaan KCIC sudah mencapai 70 persen, kalau untuk rel on progres.
"Jadi saya kira dengan datangnya rel ini awal dimulainya kontruksi pekerjaan trek itu sendiri. Jadi bisa dipastikan, bahwa pekerjaan ini dalam waktu dekat akan selesai," tuturnya.
Jarot mengaku, target KCIC akan selesai kontruksi hinngga kereta api cepat bisa digunakan Desember 2022.
"Ya, itu bisa digunakan," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/rel-kereta-cepat-kcic.jpg)