Santri Trauma Berat Kesuciannya Dinodai oleh Gurunya, Padahal Sudah Hafal Alquran Belasan Juz

Ia mengatakan menurut keterangan keluarga korban, saat ini korban tidak bisa diajak bicara dan mengalami trauma berat.

Editor: Mumu Mujahidin
Midday
Ilustrasi korban pemerkosaan: Santri Trauma Berat Kesuciannya Itu Dinodai oleh Gurunya, Padahal Sudah Hafal Alquran Belasan Juz 

Laporan Kontributor Tribunjabar Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - RK (17) santriwati korban pencabulan yang dilakukan oleh guru ngaji hingga saat ini mengalami trauma berat dan tidak bisa diajak bicara.

Informasi tersebut disampaikan oleh sekretaris desa setempat, Ajid Gani.

Ia mengatakan menurut keterangan keluarga korban, saat ini korban tidak bisa diajak bicara dan mengalami trauma berat.

"Korban sudah tidak ingin melakukan apa-apa lagi, seperti yang bingung, padahal dulunya anaknya rajin dan penghafal Al Quran," katanya saat diwawancarai Tribunjabar.id, Rabu (07/4/2021).

Baca juga: Duta LIDA 2021 Grup 4 Putih Mendapat 4 SO dari semua Juri, Siapa yang Tersenggol Tadi Malam?

Baca juga: Kapan Pencairan THR dan Gaji ke 13 PNS? Catat Jadwalnya dan Inilah Besaran yang akan Diterima

Bahkan menurut Ajid saat ditanya korban sudah lupa dengan namanya mengaji padahal korban mempunyai hafalan sepuluh hingga lima belas juz Alquran.

"Seperti yang lupa aja gitu apa itu ngaji, trauma berat kemarin juga waktu diperiksa sudah tidak bisa dimintai keterangan lagi," ungkapnya.

Ajid menjelaskan RK lahir dari keluarga yang sederhana dan mempunyai keinginan sekolah yang tinggi.

"Ayahnya pedagang Siomay di Bandung, Ibunya buruh lepas di kampungnya. Makanya dia termotivasi untuk belajar lebih giat," ucapnya.

Keinginan kedua orang tuanya menyekolahkan RK disambut baik oleh antusias RK dalam belajar hingga ia mampu menghafal Alquran sampai belasan Juz.

Sebelumnya korban pernah mengaji di pondok lain, lalu kemudian pindah ke tempat ngaji milik pelaku.

"Tempat ngaji milik pelaku itu sudah berdiri kurang lebih sejak 7 bulan yang lalu," ucapnya.

Namun keberadaan tempat ngaji tersebut tanpa sepengetahuan desa setempat dan tidak ada izin apapun kepada pemerintah setempat.

Baca juga: Petugas Gabungan Temukan Senjata Api Laras Panjang & Pistol Mainan Saat Razia Lapas Kelas I Cirebon

Baca juga: Suami Ikut Nonton Istri Saat Melayani Pria Hidung Belang di dalam Kamar, Pasang Tarif Rp 1 Juta

"Jadi memang itu pelaku orang pendatang," kata Ajid.

Rohidin (45) salah satu orangtua di tempat ngaji tersebut mengatakan dirinya sudah merasa curiga sejak berdirinya tempat ngaji itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved