Penemuan Korban Tabrakan Kapal
Ibu ABK Korban Kapal Tenggelam Menangis Sepanjang Malam, Sang Anak : Saya Titip Ibu ke Bapak
Ketika kabar tabrakan kapal MV Barokah Jaya dan MV Habco Pioneer sampai di telinga orang-orang yang mencintai dang orang dekat korban
Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Dia terhitung, sudah dua kali melaut.
Baca juga: Ayu Ting Ting Ketemu Nagita Slavina di Nikahan Atta - Aurel, Mepet Tembok Hindari Istri Raffi Ahmad
Baca juga: Belum Pulang hingga Dini Hari Dua ABG Cewek di Tasik Ini Malah Ikut Pesta Miras Bareng Teman Prianya
Tujuannya menjadi ABK demi membantu perekonomian keluarga.
"Waktu yang pertama kan dia dapat Rp 200 ribu, itu uangnya dikasihkan semua ke saya. Katanya buat ibu saja," ujarnya.
Nurwaeni berharap, anaknya dalam kondisi baik-baik saja. Ia bahkan tidak sabar ingin bertemu.
"Sedatangnya saya ingin langsung meluk," ujar dia.
Menangis Sepanjang Malam
Wajah khawatir tak bisa disembunyikan, Nurwaeni (40), warga Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.
Ia cemas memikirkan bagaimana kondisi anaknya yang turut hilang dalam insiden tabrakan kapal di Perairan Indramayu.
Beruntung dalam kejadian itu, anaknya yang bernama Eriyanto (16) masuk dalam daftar korban selamat yang diterima Kantor SAR Bandung.
Eriyanto bersama rekan-rekan ABK lainnya yang selamat sekarang ini sedang dalam perjalanan dari lokasi kejadian menuju KUD Miyasa Mina atau TPI di desa setempat.
Baca juga: Belum Pulang hingga Dini Hari Dua ABG Cewek di Tasik Ini Malah Ikut Pesta Miras Bareng Teman Prianya
Baca juga: Ayu Ting Ting Ketemu Nagita Slavina di Nikahan Atta - Aurel, Mepet Tembok Hindari Istri Raffi Ahmad
Nurwaeni mengatakan, walau merasa sedikit lega. Akan tetapi, dirinya tetap khawatir karena belum melihat langsung anak keduanya tersebut.
"Sedatangnya saya ingin langsung meluk," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (4/4/2021).
Sebelumnya, Nurwaeni mengatakan, pernah kehilangan anak, adik dari Eriyanto diketahui sudah meninggal lebih dahulu.
Dengan mengenakan baju pink dan kerudung coklat, Nurwarni sejak pagi buta sudah berada di TPI Desa Eretan menunggu kedatangan anaknya, ia juga ditemani sang suami.
Matanya pun terus melihat ke arah ke tempat pelabuhan, mengantisipasi kapal yang membawa anaknya datang.