Breaking News:

Ibunda Penyerang Mabes Polri Tak Menyangka Anaknya Terlibat Terorisme, Nangis di Depan Makam ZA

Ibunda ZA yang menganakan rok biru tak bisa menahan tangisnya melihat putri bungsunya itu meninggal setelah lakukan aksi teror

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Capture Kompas TV
Teruga pelaku serangan teror di Mabes Polri tertangkap kamera CCTV. 

Rabani pun mengatakan, bahwa Ali tak tahu dan tak menyangka anaknya bisa melakukan hal itu.

"Tadi dijawab sih bilang tidak tahu dan tak menyangka," ucap Rabani menirukan jawaban Ali.

Usai berbincang dengan Rabani, Ali pun menolak untuk diwawancarai awak media.

Foto terduga teroris yang baku tembak di Mabes Polri (kiri) dan (kanan) Ali, orang tua terduga teroris ZA di kediamannya  Jl. Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (1/4/2021)
Foto terduga teroris yang baku tembak di Mabes Polri (kiri) dan (kanan) Ali, orang tua terduga teroris ZA di kediamannya Jl. Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (1/4/2021) (Istimewa dan Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda)

Sosok ZA, di mata keluarga dan tetangga

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan identitas sosok terduga teroris ZA yang tewas dalam upaya penyerangan Mabes Polri, Rabu (31/3/2021).

Kapolri mengatakan ZA merupakan wanita muda berusia 25 tahun.

"Yang bersangkutan bernama ZA umur 25 tahun, alamat di  Jalan Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur," ujarnya dalam tayangan Kompas TV Live.

Kapolri juga menyampaikan, terduga teroris  berideologi radikal, dan dibuktikan dari postingan sosial media ZA.

Kapolri juga mengatakan ZA dalam beraksi secara Lone Wolf, atau sendiri tanpa bantuan.

Baca juga: Cerita saat di Rutan, Gilang Mantan JAD Diperlakukan Begini oleh Sesama Anggota, Najwa Shihab Kaget

Selain itu sosok ZA rupanya merupakan mahasiswa Drop Out (DO) dari salah satu perguruan tinggi.

ZA adalah mantan mahasiswi salah satu kampus. Dia sudah drop out di semester 5.

Atas kejadian ini, satu diantara tetangga sebelah rumah Zakia, Bambang Sumarjono menuturkan masa lalu gadis muda itu.

Menurut Bambang Sumarjono, Zakiah Aini jarang keluar rumah sejak kecil karena tak ada teman sebaya di lingkungan sekitarnya.

Hingga berusia dewasa, Bambang menuturkan, Zakiah lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah.

"Keseharian? Saya juga kurang paham karena anaknya kurang bergaul dan diam di dalam rumah mulu, tertutup," imbuh Bambang Sumarjono.

Suasana di depan kediaman teroris yang menyerang Mabes Polri di Jalan Lapangan Tembak, Gang Taqwa RT 03 RW 010 Nomor 3, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis  (1/4/2021)
Suasana di depan kediaman teroris yang menyerang Mabes Polri di Jalan Lapangan Tembak, Gang Taqwa RT 03 RW 010 Nomor 3, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (1/4/2021) (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

Zakia Aini diketahui merupakan anak bungsu dan memiliki kakak tertua, namun tidak tinggal di rumah itu.

Ia tinggal di Surabaya, Jawa Timur.

Berdasarkan informasi yang diketahui Bambang, ZA sedang kuliah. Namun, ia tidak mengetahui di mana kampus tempat perempuan kelahiran 1995 itu belajar.

Lebih lanjut, Bambang Sumarjono menyatakan, tidak seluruh anggota keluarga itu bersifat tertutup.

Kakak-kakak ZA disebut cukup ramah dan menjalin komunikasi baik dengan tetangga.

"Ya paling kakak-kakaknya doang yang jalin komunikasi sama tetangga-tetangga, lumayanlah bergaulnya. Bapak Ibu dan si ZA mah enggak," imbuh Bambang Sumarjono.

Baca juga: Terduga Teroris ZA Punya Kartu Perbakin, BIN Heran Cara Serang di Mabes Polri : Kaya Orang Bingung

Dengan adanya kejadian ini, Bambang Sumarjono tak menyangka jika Zakia Aini akan beraksi nekat.

"Sama sekali enggak nyangka. Tapi memang betul dari perawakannya, itu dia orangnya, benar,"kata Bambang Sumarjono.

Adapun Lurah Kelapa Dua Wetan, Sandy Adamsyah menjelaskan, Zakia Aini tinggal bersama ayah ibunya, serta kakak-kakaknya di rumah Gang Taqwa, bilangan Ciracas, Jakarta Timur.

Sebagian kakaknya tinggal di rumah sendiri di luar kota.

"Menurut kakaknya, ZA tertutup, bahkan dengan keluarganya tertutup," kata Sandy.

Sandy menegaskan, informasi dari Ketua RW, keseharian ZA banyak di rumah dengan aktivitas menjahit.

"Di dalam kamar saja. Tidak berinteraksi dengan warga sekitar," imbuh Sandy.

Detik-detik ZA ditembak saat berusaha serang Mabes Polri

Berdasarkan tayangan video YouTube Kompas TV Live, awal mula terduga teroris masuk melalui pintu belakang Mabes Polri.

Tampak dalam video, terduga teroris sempat mondar-mandir di area penjagaan, lantas mulai mengacungkan senjata.

Lantas tampak juga beberapa petugas kepolisian mulai berusaha mengamankan terduga teroris.

Baca juga: Kernet Mobil Boks yang Hanyut di Sungai Cipugur Mundu Cirebon Belum Ditemukan

Terduga teroris tetap berusaha mengarahkan senjata yang dibawanya ke arah polisi.

Seperti diketahui lokasi aksi nekat penyerangan tersebut dekat dengan ruang Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Beberapa saat kemudian terdengar suara tembakan beberapa kali, yang di arahkan ke terduga teroris.

Terduga teroris pun langsung jatuh tidak berdaya, hingga akhirnya dinyatakan tewas.

Tim forensik datang mulai memeriksa jenazah.

Dan mengambil tas hingga semacam buku berwarna kuning, yang juga diidentifikasi soal isinya. (*)

Berita tentang terorisme

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved