Breaking News:

Kilang Pertamina Balongan Terbakar

Pengungsi Terdampak Ledakan Kilang Minyak Pertamina Balongan Banyak Kelhkan Sesak Nafas & Iritasi

RS Pertamina Balongan melayani puluhan pasien yang merupakan para pengungsi yang terdampak ledakan kilang minyak Pertamina RU VI Balongan

Tribun Jabar
Petugas medis RS Pertamina Balongan melayani puluhan pasien yang merupakan pengungsi yang terdampak ledakan kilang minyak Pertamina RU VI Balongan. 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Dalam satu hari petugas medis RS Pertamina Balongan melayani puluhan pasien yang merupakan pengungsi yang terdampak ledakan kilang minyak Pertamina RU VI Balongan.

Petugas medis RS Pertamina dr. Hidayati mengatakan, mayoritas keluhan yang diderita masyarakat merupakan keluhan sesak nafas serta iritasi mata ringan.

Mengenai pasien sendiri Hidayati menjelaskan usia pasien relatif, dari mulai bayi hingga lansia.

Baca juga: Pesan PSK Tapi yang Datang Malah Waria, Pria Ini Dikeroyok Gara-gara Ogah Membayar, HP Digasak

Baca juga: Teja Sutedja, Pria Lumpuh Pakai Cara Ini untuk Selamatkan Anaknya saat Kilang Balongan Meledak

"Kalau yang iritasi itu pedih mata, paling gatal-gatal sama kembung, kita sudah layani 52 keluhan pasien hari ini," ujar Hidayati kepada Tribun, ketika diwawancara di Posko Pengungsian GOR Perumahan Bumi Patra Indramayu, Selasa (30/3/2021).

Kondisi terkini PT Pertamina RU VI Balongan yang terbakar Selasa (30/3/2021) pagi.
Kondisi terkini PT Pertamina RU VI Balongan yang terbakar Selasa (30/3/2021) pagi. (handhika Rahman/Tribuncirebon.com)

Dikatakan Hidayati dokter jaga yang disiapkan oleh RS Pertamina Balongan merupakan dokter umum.

"Kalau disini yang berjaga itu 10 orang di satu posko, tapi dokternya dokter umum kalau yang spesialis stand by di IGD," kata dia.

"Kami juga menyiapkan fasilitas khusus untuk pasien bayi, berupa bed nya ada di ambulans, dan alat medis lainnya," imbuhnya.

Dijelaskan Hidayati pasien yang menderuta iritasi ringan atau pedih mata serta sesak pernafasan kemungkinan akibat terdampak kepulan asap ledakan.

Mengingat saat ini mayoritas warga yang mengungsi lokasi pemukimannya terletak cukup dekat dengan titik ledakan.

Halaman
1234
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved