Jembatan Majalengka Sumedang Putus

Kodim 0617 Majalengka Akan Segera Perbaiki Jembatan Penghubung Majalengka-Sumedang yang Putus

Kodim 0617 Majalengka akan segera memperbaiki jembatan gantung penghubung Majaleng-Sumedang yang kini putus.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Jembatan gantung penghubung desa Majalengka-Sumedang yang berada di Desa Babakan Anyar, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka terputus, Kamis (25/3/2021) malam. 

Namun, semenjak dibangun dan diresmikan sekitar dua Minggu lalu, masyarakat banyak yang memanfaatkannya.

"Warga di sini kebanyakan pedagang buah begitu juga di Desa Palabuan, mereka berjualan di Pasar Kadipaten. Dengan adanya jembatan ini otomatis mempermudah akses mereka untuk menjual dagangannya," jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, terputusnya jembatan gantung yang membentang di Sungai Cimanuk menghubungkan Desa Babakan Anyar, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka dengan Desa Palabuan, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang dikeluhkan warga.

Pasalnya, selama dua Minggu terakhir usai diresmikannya jembatan oleh Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, banyak masyarakat yang memanfaatkan jembatan tersebut.

Salah satunya, menumbuhkan perekonomian masyarakat yang mayoritas sebagai pedagang.

Baca juga: Pemerintah Tiadakan Mudik Lebaran Tahun 2021, Begini Pernyataan Lengkap Menteri Muhadjir Effendy

Nurjali (79), salah satu warga Desa Babakan Anyar yang terdampak putusnya jembatan mengaku, ia merasa paling tidak puas atas apa yang terjadi di jembatan penghubung dua kabupaten tersebut.

Pasalnya, ia selama ini memanfaatkan jembatan tersebut untuk menjual hasil pencariannya sebagai pencari rumput.

Nurjali (79), salah satu warga Desa Babakan Anyar yang terdampak dengan adanya peristiwa putusnya jembatan.
Nurjali (79), salah satu warga Desa Babakan Anyar yang terdampak dengan adanya peristiwa putusnya jembatan. (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

"Dibanding menjual ke daerah sendiri, saya lebih enak dijual ke Sumedang. Karena banyak pelanggan di sana," ujar Nurjali kepada Tribun, Jumat (26/3/2021).

Ia pun kini, harus menyiapkan sejumlah biaya lebih besar untuk kembali menjual ke para pelanggan.

Baca juga: Tingkatkan Kemampuan, Puluhan Personel Ditpolairud Polda Jabar Ikuti Pelatihan Sidik dan Lidik

Sebab, Nurjali harus kembali menempuh perjalanan selama 1 jam untuk bisa tiba di Desa Palabuan yang jika lewat jembatan tersebut tempuh hanya 5 menit.

"Ya kembali lagi ke sana (mutar), lebih jauh. Ya golongan berapa kilo ya, adalah sekitar 20 KM mah," ucapnya.

Sementara, Kepala Desa Babakan Anyar, Budi Wahyu Darmadi membenarkan bahwa putusnya jembatan membuat perekonomian masyarakat kembali terhambat.

Baca juga: Belum Lama Diresmikan, Jembatan Gantung Penghubung Majalengka-Sumedang Terputus

Pasalnya, banyak masyarakat dari dua desa tersebut lalu lalang untuk melakukan transaksi hasil pertaniannya.

"Jelas merugikan, khususnya masyarakat. Karena banyak warga dari Desa Palabuan, Desa lainnya itu banyak yang menjual pertaniannya ke Pasar Kadipaten. Begitu sebaliknya," jelas Budi.

Ia hanya berharap, para anggota TNI selaku pemilik hajat dalam pembuatan jembatan tersebut bisa segera memperbaiki jembatan yang dinamakan 'Jembatan Gantung Hum 54' ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved